64 Jamaah di Sumut Gagal Umrah, Sudah Lapor ke Poldasu.
NUSANTARA EXPOS.COM.
DELI SERDANG
PT Safira Makkah Madina Wisata, sebuah biro perjalanan haji dan umrah yang beralamat di Jalan Dusun Jogja, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, dilaporkan atas dugaan penipuan terhadap 64 jemaah dengan total kerugian mencapai Rp1.470.610.000.
Pemilik travel tersebut, Haji ASH, diduga kuat telah mengelabui puluhan calon jemaah dengan janji keberangkatan fiktif.
Perhatian publik juga tertuju pada latar belakang terduga pelaku. Haji ASH disebut-sebut pernah tercatat sebagai ketua salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam besar tingkat Sumatera Utara di wilayah Padang Lawas Utara (Paluta), serta diketahui merupakan pemilik sebuah yayasan di Kecamatan Halongonan Padang lawas Utara
Para korban mengaku telah melunasi seluruh biaya perjalanan, namun hingga kini tak satu pun dari mereka yang diberangkatkan.
“Sesuai perjanjian, kami dijanjikan berangkat umrah pada Agustus 2025. Kami sudah membayar lunas, tapi sampai sekarang janji itu hanya tinggal janji. Tidak ada kejelasan dan tidak ada keberangkatan,” ujar Porwil, salah seorang korban,, Kamis (2/4/2026).
Ironisnya, dana miliaran rupiah yang telah disetorkan oleh para jemaah tersebut diduga dikelola oleh manajer keuangan berinisial EL, yang dikabarkan merupakan istri dari Haji ASH.
Merasa dirugikan dan tidak melihat adanya iktikad baik dari pihak travel, para korban akhirnya menempuh jalur hukum.
Laporan resmi telah dilayangkan ke Polda Sumatera Utara pada 19 Desember 2025 lalu.
Namun, hingga berita ini diturunkan, para pelapor mengaku belum mendapatkan kepastian maupun tindak lanjut yang signifikan dari kepolisian.
”Kami sudah melapor ke Polda Sumut sejak Desember tapi sampai sekarang belum ada titik terang. Padahal ini menyangkut uang umat untuk keperluan ibadah,” keluhnya.
Di tengah proses hukum yang dinilai lamban, para korban kini menyampaikan permohonan terbuka kepada masyarakat luas. Mereka berharap siapa saja yang mengetahui keberadaan tersangka untuk segera memberikan informasi.
“Kami sangat memohon, bagi siapa pun masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Haji ASH, tolong segera informasikan dan laporkan ke pihak kepolisian terdekat agar pelaku bisa segera ditangkap dan diproses hukum,” desak korban.
Kasus ini menambah daftar panjang sengkarut biro perjalanan umrah bermasalah yang memanfaatkan niat suci masyarakat demi keuntungan pribadi. Masyarakat luas, diimbau untuk lebih waspada dalam memilih biro perjalanan haji dan umrah.
#travel #agent

heigth 250>












