Batu Melayang, Polisi Diserang Saat Grebek Narkoba di Medan: Ada Apa dengan Kampung yang Membela Pengedar?
nusantaraexpos.com
Medan
kembali diguncang. Bukan hanya karena dugaan peredaran narkoba, tetapi juga karena keberanian sekelompok warga yang nekat menyerang aparat saat penggerebekan berlangsung di Jalan Multatuli, Kamis (28/5/2026).
Suasana mendadak mencekam. Puluhan warga disebut menyerang dan melempari polisi dengan batu ketika aparat melakukan penggerebekan terhadap terduga pelaku narkoba. Tak hanya itu, kendaraan sepeda motor milik petugas juga dirusak di tengah kekacauan.
Video dan informasi yang beredar cepat di media sosial memancing kemarahan publik. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa aparat yang sedang memberantas narkoba justru mendapat perlawanan brutal?
Tembakan peringatan pun terpaksa dilepaskan untuk membubarkan massa yang semakin beringas. Situasi di lokasi sempat memanas dan membuat warga sekitar ketakutan.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar: apakah jaringan narkoba di kawasan tersebut sudah begitu kuat hingga aparat dianggap musuh? Atau ada pihak-pihak tertentu yang selama ini merasa diuntungkan dari peredaran barang haram itu?
Ironisnya, saat generasi muda terus menjadi korban narkoba, masih ada oknum yang diduga memilih melindungi pelaku dibanding menyelamatkan masa depan lingkungan mereka sendiri.
Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum. Jangan sampai peristiwa penyerangan terhadap polisi dianggap biasa. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme, apalagi jika berkaitan dengan peredaran narkoba yang merusak masyarakat dari dalam.
Jika benar ada pihak yang menghalangi pemberantasan narkoba, maka aparat harus mengusut tuntas siapa aktor di balik keberanian massa menyerang petugas. Sebab ketika pengedar mulai dibela dan polisi dilempari batu, itu menjadi alarm darurat bagi keamanan kota ini. #narkoba buat gambarnya

heigth 250>












