heigth 250>
Berita  

Mengenal Lebih Dekat Ahdia Pajrin, S.Pd.I., M.Ag Bakal Calon Wali Nagari Ranah Malintang

Ranah Malintang|Nusantara Expos.Com — Dalam sebuah kepemimpinan, masyarakat tentu berharap hadirnya sosok yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga memiliki integritas, rekam jejak pengabdian, serta pemahaman yang baik terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu putra terbaik Nagari Ranah Malintang yang saat ini maju sebagai bakal calon Wali Nagari adalah Ahdia Pajrin, S.Pd.I., M.Ag.

Lahir di Pematang Sontang pada 26 April 1987, beliau merupakan putra dari pasangan Zarkawi M dan Darmiati, tentunya didampingi oleh istri Endang Yuhanna, S.Pd.I .

Perjalanan pendidikannya ditempa dari lingkungan pesantren Mustafawiyah (Purba) hingga berhasil menyelesaikan pendidikan Magister di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

Sejak usia muda, beliau telah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman tersebut membentuk dirinya menjadi sosok yang dekat dengan dunia akademik, keagamaan, dan pembangunan sumber daya manusia.

Saat ini, beliau mengabdikan diri sebagai dosen sekaligus pengurus di Sekolah Tinggi Agama Islam Umar Bin Khattab (STAI-UBK). Selain itu, beliau juga pernah dan masih dipercaya mengemban berbagai amanah di sejumlah lembaga, mulai dari bidang pendidikan, penelitian, zakat, hingga organisasi kemasyarakatan.

Dan semua itu siap ia tanggalkan demi membangun Nagari Ranah Malintang Dengan maju sebagai calon wali nagari.

Di Nagari Ranah Malintang, khususnya di Pematang Sontang, rekam jejak pengabdiannya juga cukup panjang. Beberapa amanah yang pernah diemban di antaranya :

Ketua Forum Komunikasi MDA Kec. Sungai Aur.

Kepala MDA dan TPA Pematang Sontang.

Sekretaris Pemuda Sontang.

Anggota Mubaligh Sontang.

Penggagas kegiatan MTQ dan festival seni tahunan pada momentum Idul fitri.

Aktif dalam berbagai gerakan sosial, keagamaan, pendidikan dan olah raga.

Menjadi pendakwah yang rutin mengisi mimbar-mimbar masjid di Nagari Ranah Malintang.

Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa pengabdiannya tidak lahir secara instan menjelang kontestasi pilwana badunsanak 2026, melainkan telah dibangun melalui keterlibatan yang panjang dalam kehidupan bermasyarakat.

Beliau hadir bukan hanya sebagai seorang calon, akademisi, tetapi juga sebagai pendidik, pendakwah, organisatoris, dan bagian dari masyarakat yang tumbuh bersama dinamika Nagari Ranah Malintang

Sebagai masyarakat Nagari Ranah Malintang, sudah sewajarnya kita mengenal lebih dekat sosok-sosok yang bersedia mengabdikan diri untuk membangun kampung halaman.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum