heigth 250>
Berita  

jatim memperkuat penanganan terpadu korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

 

jatim memperkuat penanganan terpadu korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Nusantaraexpos.com

Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim dan Kepala Basarnas meninjau Posko Penanganan Terpadu di Terminal GSN Pelabuhan Tanjung Perak.

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat penanganan terpadu korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 dengan mengoordinasikan proses evakuasi, layanan kesehatan, dan pendampingan bagi korban di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin 3 Agustus 2026.

Respons cepat dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pascakebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjenpol Nanang Avianto langsung meninjau Posko Penanganan Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah menegaskan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi fokus utama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penanganan darurat

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah ini. Kami terus berupaya memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Khofifah.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat KMP Mutiara Sentosa 2 tengah berlayar pada rute Surabaya–Makassar di wilayah perairan utara Sumenep. Kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) milik PT Atosim Lampung Pelayaran tersebut selama ini melayani pelayaran reguler yang menghubungkan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Merespons insiden tersebut, Pemprov Jatim segera mengaktifkan koordinasi lintas sektor. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur mendapat instruksi untuk memperkuat komunikasi dan sinkronisasi dengan KSOP, Basarnas, TNI AL, Polairud, serta operator kapal guna mempercepat proses evakuasi dan pendataan penumpang.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, mulai Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Pelindo, hingga instansi kesehatan dan relawan.

Sejumlah kapal juga dikerahkan untuk mendukung pencarian dan penyelamatan, termasuk KN SAR Permadi, KRI Nala, KM Meratus Pematang Siantar, serta beberapa kapal bantuan lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Selain fokus pada evakuasi, pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, serta pendampingan psikososial bagi korban dan keluarga yang terdampak. Posko Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak menjadi pusat informasi sekaligus koordinasi seluruh pihak yang terlibat.

Khofifah memastikan Pemprov Jatim akan terus memantau perkembangan di lapangan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung penanganan musibah tersebut.

YOK/NING

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum