heigth 250>
Berita  

PKL di Surabaya Keluhkan Razia Satpol PP, Pedagang Harap Pemkot Sediakan Tempat Berjualan

 

PKL di Surabaya Keluhkan Razia Satpol PP, Pedagang Harap Pemkot Sediakan Tempat Berjualan

nusantaraexpos.com
SURABAYA — Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Surabaya mengeluhkan penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Para pedagang mengaku aktivitas berjualan mereka semakin terbatas akibat adanya aturan penertiban yang diberlakukan Pemerintah Kota Surabaya.
Keluhan tersebut terutama dirasakan pedagang yang berjualan pada malam hari. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan solusi berupa tempat berjualan yang layak dan sesuai dengan ketentuan.
Salah seorang pedagang, Joni, mengaku pendapatannya mengalami penurunan sejak adanya penertiban. Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat dirinya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Penghasilan saya sekarang sangat berkurang, tidak seperti biasanya saat berjualan,” ujar Joni saat dikonfirmasi media online Nusantara Ekspos.
Joni mengaku tetap memahami apabila pemerintah memiliki aturan terkait keberadaan PKL. Namun, ia berharap para pedagang diberikan solusi, khususnya berupa lokasi yang diperbolehkan untuk berjualan.
“Kalau memang ada peraturan yang ditetapkan, kami berharap bisa dibantu. Kalau tidak boleh berjualan di tempat sekarang, kami berharap Pemerintah Kota Surabaya memberikan tempat untuk berjualan,” katanya.
Menurut Joni, keberadaan fasilitas Sentra Wisata Kuliner (SWK) di sejumlah wilayah Surabaya sebenarnya dapat menjadi salah satu solusi bagi para pedagang. Namun, untuk mendapatkan tempat berjualan di lokasi yang sesuai, menurutnya tidak mudah.
“Kalau kami mendapatkan fasilitas tempat berjualan, tentu bisa membantu perekonomian. Itu yang kami harapkan,” ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat membantu mencarikan lokasi yang dapat digunakan PKL untuk berjualan secara legal dan tertib.
“Masih banyak SWK di Surabaya yang mungkin bisa dijadikan tempat berjualan. Tetapi mencari dan mendapatkan tempat juga sulit. Kalau pemerintah bisa membantu mencarikan tempat, itu harapan saya,” pungkas Joni.
YOK/NING

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum