heigth 250>
Berita  

Fardhu Kifayah: Pelajaran Kepedulian Sosial dari SMP Negeri 10 Padang Bulan.

 

Fardhu Kifayah: Pelajaran Kepedulian Sosial dari SMP Negeri 10 Padang Bulan.

 

Medan – Nusantar Expost.Com

 

_

Pelatihan Fardhu Kifayah yang digelar di SMP Negeri 10 Padang Bulan pada Jumat (13/3/2026) acara dimulai pukul 09.00 WIib, hingga selesai.

bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan. Di balik praktik memandikan, mengkafani, dan mensalatkan jenazah, tersimpan pesan besar tentang kepedulian sosial.

 

Islam menempatkan Fardhu Kifayah sebagai kewajiban kolektif: bila sebagian umat melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun bila tidak ada yang melakukannya, seluruh masyarakat menanggung dosa. Inilah filosofi kebersamaan yang jarang disadari, tetapi sangat relevan di tengah kehidupan modern yang kerap individualistis.

 

Praktisi Berpengalaman Membimbing.

 

Dalam kegiatan ini, Gusneti, S.Pd.I hadir sebagai praktisi berpengalaman yang menyampaikan materi sekaligus memandu praktik. Dengan bahasa yang sederhana dan penuh ketelatenan, ia mengajarkan siswi langkah demi langkah, memastikan setiap gerakan bukan hanya benar secara teknis, tetapi juga dipahami maknanya. Kehadiran Gusneti memberi nuansa nyata: bahwa ilmu ini bukan sekadar teori, melainkan keterampilan hidup yang suatu saat akan menjadi bagian dari tanggung jawab sosial mereka.

 

Kepedulian yang Menjadi Identitas

 

Mengurus jenazah bukanlah pekerjaan ringan. Ia menuntut keberanian, keikhlasan, dan rasa peduli yang mendalam. Melalui pelatihan ini, siswi SMP Negeri 10 Padang Bulan belajar bahwa kepedulian bukan hanya ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam menghadapi kematian. Mereka diajak memahami bahwa setiap manusia berhak dimuliakan hingga akhir hayatnya, dan tugas itu adalah bagian dari identitas umat yang saling menjaga.

 

Filosofi Kebersamaan dalam Tindakan.

 

Fardhu Kifayah mengajarkan bahwa kebersamaan bukan sekadar slogan. Ia hadir dalam bentuk nyata: ketika satu orang memandikan jenazah, yang lain menyiapkan kain kafan, dan sebagian lagi menunaikan salat. Semua bergerak bersama, saling melengkapi, tanpa ada yang merasa lebih penting dari yang lain. Filosofi ini menjadi cermin bagi kehidupan sosial: bahwa masyarakat hanya akan kuat bila setiap anggotanya mengambil peran, sekecil apapun.

 

Pendidikan Karakter yang Membumi.

 

Kepala sekolah menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari pendidikan karakter. Nilai religius yang ditanamkan bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk membentuk pribadi yang siap peduli dan bertanggung jawab. Di tengah arus globalisasi yang sering menekankan pencapaian individual, pelatihan Fardhu Kifayah menjadi penyeimbang: mengingatkan bahwa keberhasilan sejati adalah ketika kita mampu hadir bagi orang lain, bahkan dalam momen paling sunyi sekalipun.

 

Menyemai Rasa Tenang dan Tanggung Jawab.

 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, mencerminkan harapan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh menjadi sikap hidup. Para siswi pulang dengan membawa lebih dari sekadar keterampilan teknis; mereka membawa rasa tenang bahwa suatu saat, bila diperlukan, mereka mampu menjalankan kewajiban sosial ini. Lebih dari itu, mereka membawa kesadaran bahwa hidup adalah tentang saling menjaga, dari lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta.( Wartawan Afnil tanjung)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->