heigth 250>
Berita  

Kota Medan Diterpa Angin Kencang, BMKG Perkirakan Berlangsung Selama 3 Hari

Petugas dinas pertaman kota medan memotong pohon yang tumbang di jalan sudirmana.

Medan nusantaraexpos.com – Angin kencang sempat buat geger warga Medan hari ini. Kondisi ini sempat mengakibatkan terjadinya pohon tumbang.
Berdasarkan pantauan detikSumut, Selasa (10/6/2025), angin kencang terjadi pagi sekitar pukul 10.00 hingga siang ini.

Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Endah Paramita mengungkapkan bahwa kondisi angin kencang di Kota Medan ini faktor dari adanya bibit siklon tropis 92W di bagian barat Filipina

Baca juga: Atletico Madrid perpanjang kontrak Antoine Griezmann hingga 2027

“Berdasarkan analisis sementara, angin kencang ini disebabkan bibit siklon tropis 92W di bagian barat Filipina sehingga membuat massa udara di bagian barat Sumatera bergerak ke arah timur. Nah, pada saat melewati pegunungan atau bukit barisan, bagian bawah massa udara tersebut menyebabkan hujan di bagian barat pegunungan,” ungkap Endah kepada

Baca juga:Ritual Pemanggilan Ketika Dunia Nyata Bertemu Alam Gaib dalam Kuda Lumping

Nusantara exposEndah menyebut bahwa kecepatan angin di wilayah Medan mencapai 44km/jam dengan kelembapan udara cukup rendah

Jadi di bagian timurnya mengalami angin kencang yang kering ditandai oleh angin dengan kecepatan 44km/jam. Kelembapan udara juga rendah mencapai 51% yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Suhu udara 33 derajat celcius,” ujarnya.

Baca juga: Kapolda Sumut Sebut Ada Peredaran Besar Narkoba Picu Tawuran di Belawan

Terkait kondisi ini, Endah memperkirakan bahwa kondisi angin kencang tersebut akan berlangsung sampai 2-3 hari ke depan.

 

 

“Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga 2-3 hari ke depan,” kata Endah.

 

 

Kemudian, ia juga meminta masyarakat untuk dapat waspada dan menghindari pohon tinggi saat kondisi angin kencang.

 

“Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dengan kondisi demikian dimana suhu udara dapat meningkat dan kelembapan udara cukup rendah dan angin yang cukup kencang. Mungkin masyarakat hindari kegiatan di luar ruangan dan kalau bisa menghindari tempat yang ada pohon tingginya,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->