Jalan Rusak di Desa Sijabut Teratai Infrastruktur atau Ilusi Pemerintah?
NUSANTARA EXPOS.COM
Asahan, Sumut — Di Desa Sijabut Teratai, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, warga tak hanya bergulat dengan tekanan ekonomi, tetapi juga harus bertaruh nyawa setiap kali melintasi jalan utama desa yang rusak parah. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas masyarakat kini berubah menjadi kubangan air saat hujan dan lautan debu saat kemarau.
Lubang-lubang jalan yang tergenang air menjadi jebakan tak terlihat, menyebabkan kendaraan tergelincir, pengendara terjerembab, dan anak-anak sekolah serta ibu-ibu harus berjibaku melewati medan licin yang tak layak disebut jalan. “Kalau malam, gelap total. Sudah sering orang jatuh dari motor. Kami sudah lama berharap ada perbaikan, tapi tidak pernah ada tindak lanjut,” ujar SFZ (52), warga setempat, Senin (30/06/2025).
Ironisnya, ketika awak media mencoba mengonfirmasi kondisi ini kepada Wakil Bupati Asahan, Rianto SH., M.AP., pada Selasa (01/07/2025), pesan WhatsApp tak kunjung dibalas. Dalam konfirmasi kedua Agustus 2025, pejabat tersebut menyatakan bahwa jalan sudah diaspal sebagian. Namun, fakta di lapangan berkata lain tidak ada tanda-tanda perbaikan. Pernyataan pejabat yang bertolak belakang dengan realitas ini memunculkan pertanyaan serius: apakah kebohongan sudah menjadi menu harian pejabat daerah?
Warga menuntut lebih dari sekadar janji. Mereka menuntut tindakan nyata. Jalan bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal kemanusiaan. Ketika pemerintah abai, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan, tapi keselamatan.
sumber berita :
Fredy Karno Hutabarat
Kontributor Sumut / Pimred Tawon Darat
penulis :M Junaidi halawa

heigth 250>












