Jakarta | NusantaraExpos.Id — Kamis, 1 Mei 2026Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 menjadi momentum refleksi nasional atas peran penting kaum pekerja dalam pembangunan bangsa. Dalam suasana tersebut, Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., http://M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. beserta seluruh Prajurit Korps Marinir menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh buruh dan pekerja di Indonesia.
Ucapan tersebut disampaikan secara resmi dari Markas Komando Korps Marinir, Jakarta, Kamis (1/5/2026). Letjen TNI (Mar) Endi Supardi menegaskan bahwa setiap tetes keringat pekerja adalah fondasi kokoh bagi tegaknya kedaulatan ekonomi dan kemajuan Indonesia.
Penghormatan untuk “Prajurit Pembangunan”
“Atas nama seluruh Prajurit Korps Marinir, saya mengucapkan Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026. Kami menaruh hormat yang mendalam kepada seluruh buruh, pekerja, dan insan produktif Indonesia. Anda semua adalah Prajurit Pembangunan yang berjuang di medan ekonomi,” tegas Panglima Korps Marinir.
Menurutnya, May Day bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan pengingat kolektif bangsa bahwa kemajuan Indonesia tidak lepas dari dedikasi jutaan pekerja di pabrik, perkebunan, pelabuhan, konstruksi, hingga sektor jasa dan ekonomi digital. “Dari tangan-tangan terampil saudara-saudara sekalian, roda industri berputar. Dari semangat pantang menyerah, pertumbuhan ekonomi terjaga,” tambahnya.
Stabilitas Keamanan Kunci Iklim Kerja dan Investasi
Letjen TNI (Mar) Endi Supardi menekankan bahwa Korps Marinir TNI AL memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas nasional. Stabilitas keamanan di laut dan darat merupakan prasyarat mutlak terciptanya iklim kerja yang kondusif, terlindunginya hak-hak pekerja, serta tumbuhnya investasi yang membuka lapangan kerja baru.
“Tugas kami menjaga kedaulatan. Tugas saudara para buruh membangun kesejahteraan. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Ketika laut aman, pelabuhan lancar. Ketika darat kondusif, pabrik berproduksi. Inilah sinergi untuk Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Korps Marinir memandang isu ketenagakerjaan sebagai bagian dari ketahanan nasional. Kesejahteraan pekerja berbanding lurus dengan kuatnya ketahanan sosial dan ekonomi bangsa. Karena itu, Korps Marinir mendukung penuh setiap upaya pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan produktif.
Ajak Jaga Persatuan, Hindari Provokasi
Menghadapi dinamika peringatan May Day 2026, Panglima Korps Marinir juga mengajak seluruh elemen buruh untuk menyalurkan aspirasi secara tertib, damai, dan konstitusional. Ia meminta semua pihak mewaspadai potensi provokasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
“Silakan bersuara, silakan berdialog. Negara menjamin itu. Namun mari kita jaga bersama agar May Day menjadi hari solidaritas, bukan ajang anarkis. Korps Marinir akan selalu hadir di tengah rakyat untuk memastikan situasi aman dan terkendali,” ujar Letjen Endi.
Semangat “Jalesu Bhumyamca Jayamahe” untuk Buruh Indonesia
Menutup pernyataannya, Panglima Korps Marinir mengaitkan semboyan Korps Marinir “Jalesu Bhumyamca Jayamahe” – Jaya di Laut dan Darat – dengan semangat perjuangan kaum buruh. Menurutnya, jika prajurit menjaga kedaulatan wilayah, maka buruh menjaga kedaulatan ekonomi.
“Jika kami berjaya di medan operasi, maka saudara-saudara buruh harus berjaya di medan produksi. Buruh kuat, Indonesia hebat. Buruh sejahtera, Indonesia berdaulat. Dirgahayu kaum buruh Indonesia,” pungkasnya.
Ucapan Hari Buruh Internasional dari Korps Marinir ini sekaligus menegaskan posisi TNI AL sebagai institusi yang tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga peduli pada denyut nadi perekonomian rakyat.
(Deni irawan)

heigth 250>











