Pasaman Barat|Nusantara Expos.Com — Gema takbir Idul Adha 1447 H terasa begitu syahdu di Ranah Sungai Magelang, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat. Seluruh masyarakat Jorong Sungai Magelang menggelar penyembelihan hewan kurban secara serentak dan gotong royong pada Rabu (27/5/2026).
Kegiatan penuh berkah ini dipimpin langsung oleh Ninik Mamak Jorong Sungai Magelang bersama Ketua Pemuda Ranah Sungai Magelang. Sejak pagi, warga tumpah ruah di lokasi penyembelihan yang dipusatkan di Ranto Panjang. Suasana kebersamaan begitu kental, mulai dari bapak-bapak, pemuda, hingga ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi.
Tahun ini menjadi momen penuh syukur bagi warga Ranah Sungai Magelang. Total hewan kurban yang berhasil dihimpun mencapai 15 ekor, terdiri dari 14 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Jumlah ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepedulian dan semangat berkurban masyarakat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, kurban tahun ini luar biasa. Ini semua berkat kekompakan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, dan seluruh pemuda. Semoga Allah terima ibadah kita,” ungkap Ninik Mamak Jorong Sungai Magelang di sela kegiatan.
Ketua Pemuda Ranah Sungai Magelang menegaskan, seluruh daging kurban dibagikan merata kepada warga Jorong Sungai Magelang. Prioritas diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, janda, dan warga yang membutuhkan. “Prinsip kami jelas: jangan sampai ada dapur yang tidak berasap di hari raya. Idul Adha ini momentum berbagi kebahagiaan,” tegasnya.
Salah seorang warga Ranto Panjang mengaku terharu melihat antusiasme warga. “Dari menyiapkan kandang, menyembelih, mencacah, menimbang, sampai mengantar ke rumah-rumah, semua kerja bersama. Inilah adat kita, badoncek. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” ujarnya.
Prosesi penyembelihan berjalan lancar, tertib, dan sesuai syariat Islam. Panitia kurban memastikan proses berlangsung higienis. Daging kurban dikemas rapi sebelum didistribusikan dari rumah ke rumah oleh para pemuda.
Semangat Idul Adha di Sungai Magelang ini menjadi potret indahnya kolaborasi antara tokoh adat dan generasi muda dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat persaudaraan di ranah.
(Efrizal)

heigth 250>











