heigth 250>
Berita  

Pelantikan Kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se Jawa Timur

 

Pelantikan Kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se Jawa Timur

nusantaraexpos.com

SURABAYA, – Sebanyak 65 kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Timur resmi dilantik Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Rabu 3 Juni 2026. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang selama ini masih dijabat pelaksana tugas (Plt).

 

Meski demikian, jumlah kepala sekolah yang dilantik belum mampu menutup seluruh kebutuhan karena masih terdapat sekitar 30 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif.

 

Menariknya, mereka tidak diberi waktu beradaptasi karena langsung dituntut mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekaligus mempertahankan prestasi pendidikan Jawa Timur yang terus mencatatkan rekor nasional.

 

Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi kepala sekolah saat ini semakin berat. Menurutnya, capaian pendidikan Jawa Timur yang berhasil menjadi provinsi dengan jumlah peserta lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) terbanyak selama tujuh kali berturut-turut harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

 

“Prestasi kita sudah luar biasa. Ini hasil kerja keras kepala sekolah, guru, siswa, wali murid, komite sekolah, dan Dinas Pendidikan. Karena itu kepala sekolah yang baru harus mampu menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing,” ujar Khofifah.

 

Khofifah menilai keberhasilan pendidikan menjadi kunci dalam menyongsong bonus demografi. Menurutnya, generasi muda harus mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan merata agar mampu menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan.

 

Salah satu indikator keberhasilan pemerataan pendidikan, lanjutnya, terlihat dari meningkatnya jumlah siswa asal Madura yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP maupun SNBT. Peningkatan tersebut disebut sebagai dampak positif program “Mama Mau Naik Kelas” atau Madura Maju, Madura Unggul, dan Madura Naik Kelas.

“Empat kabupaten di Madura menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ini menunjukkan kualitas pendidikan semakin merata dan dapat dirasakan seluruh wilayah Jawa Timur,” tukasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa awalnya terdapat 88 nama yang diusulkan untuk dilantik. Namun setelah melalui proses evaluasi oleh pemerintah pusat dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), hanya 65 orang yang dinyatakan memenuhi syarat.

 

“Dari 88 usulan, yang dilantik hari ini 65 orang. Ada sekitar 23 yang tidak bisa dilantik karena terbentur aturan, salah satunya terkait masa jabatan kepala sekolah yang sudah dua periode,” jelas Aries.

 

(YOK)

Penulis: YoyokEditor: Muchlis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum