heigth 250>
Berita  

Biografi Aswar, S.HI: Enam Dekade Menapaki Jalan Pengabdian, Dari Dunia Pendidikan Menuju Pengabdian untuk Nagari

Pasbar | Nusantara Expos.Com — Disebuah madrasah sederhana di Tamiang, jejak pengabdian Aswar, S.HI tidak hanya tertulis dalam dokumen administrasi sekolah, tetapi juga tersimpan dalam ingatan ribuan murid, guru, dan masyarakat yang pernah merasakan kepemimpinannya. Selama puluhan tahun, ia memilih mengabdikan hidupnya untuk mendidik generasi, meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa.

Lahir pada 3 Agustus 1954, Aswar tumbuh dengan nilai-nilai keagamaan, kejujuran, dan semangat melayani sesama. Latar belakang pendidikannya di bidang Hukum Islam membentuk karakter kepemimpinannya yang menjunjung tinggi integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Baginya, menjadi pendidik bukan sekadar profesi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.

Pengabdian panjangnya mencapai puncak ketika dipercaya memimpin MIS Muhammadiyah Tamiang sebagai kepala madrasah selama 34 tahun. Dalam rentang waktu yang tidak singkat itu, Aswar berupaya membangun budaya pendidikan yang menekankan keseimbangan antara prestasi akademik, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai keislaman.

Di bawah kepemimpinannya, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pembinaan akhlak dan karakter. Banyak guru mengenalnya sebagai sosok pemimpin yang tegas namun mengayomi, sementara para siswa mengenangnya sebagai pendidik yang sederhana, dekat, dan memberikan teladan melalui tindakan.

Ketika memasuki masa purnatugas, semangat pengabdiannya tidak ikut berhenti. Bagi Aswar, pensiun hanyalah berakhirnya masa jabatan, bukan berakhirnya tanggung jawab moral terhadap dunia pendidikan.

Hingga kini, ia masih aktif sebagai Komite MIS Muhammadiyah Tamiang, memberikan masukan, pendampingan, dan pengalaman bagi keberlangsungan madrasah yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Di sisi lain, ia juga dipercaya sebagai Penasehat SD Islam Al-Hidayah Sungai Aur, sebuah amanah yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kapasitas dan pengalamannya dalam membangun lembaga pendidikan.

Lebih dari empat dekade berkecimpung di dunia pendidikan telah memberinya pemahaman bahwa membangun sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari pembangunan masyarakat secara menyeluruh. Dari pengalaman itulah muncul keinginan untuk mengabdikan diri di bidang yang lebih luas.

Pada tahun ini, Aswar memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Wali Nagari Salido Saroha, Ujung Gading. Keputusan tersebut lahir dari keinginan untuk melanjutkan pengabdian di kampung halaman, dengan harapan pengalaman panjangnya dalam memimpin lembaga pendidikan dapat menjadi bekal dalam melayani masyarakat.

Bagi Aswar, kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan tentang amanah, keteladanan, dan kesediaan hadir di tengah masyarakat. Nilai-nilai itulah yang selama puluhan tahun ia pegang dalam dunia pendidikan dan kini ingin ia teruskan dalam ruang pengabdian yang lebih luas.

Perjalanan hidup Aswar, S.HI menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain. Dari ruang kelas, ruang guru, hingga ruang musyawarah masyarakat, ia terus menapaki jalan yang sama: mengabdi dengan tulus, mendidik dengan hati, dan melayani tanpa henti.

(Rezki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum