heigth 250>
Berita  

Komisi A DPRD Surabaya Soroti Penyerapan Anggaran Gen Z di 31 Kecamatan Rendah

 

Komisi A DPRD Surabaya Soroti Penyerapan Anggaran Gen Z di 31 Kecamatan Rendah

nusatara expos.com

Surabaya – Penyerapan anggaran Gen Z di setiap kecamatan belum optimal, hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Rio Pattisellano.

“Jadi ternyata banyak kecamatan – kecamatan dalam penyerapan anggaran GEN Z belum optimal,” ujar Rio Pattiselanno usai rapat perubahan APBD anggaran tahun 2026 bersama camat dan lurah, Selasa (1/9/2026) sore.

Namun demikian, Rio mengingatkan itu akan menjadi catatan tersendiri untuk Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

“Tadi saya sudah sampaikan kepada Pak Arif selaku Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat,” tuturnya.

Saat rapat pembahasan APBD murni 2027 nanti, Rio berkeinginan melihat seperti apa potensi penyerapan anggaran Gen Z yang sudah dicanangkan.

“Karena (Penyerapan) masih sangat rendah,” katanya.

Selain itu, komisi A juga ingin melihat obstacle yang terjadi di masyarakat meskipun program anggaran untuk Gen Z dinilai luar biasa

Namun demikian, Rio mengungkapkan ternyata di lapangan tidak terserap dengan mudah sehingga perlu dicarikan jalan keluarnya.

“Nah Ini jadi PR para camat – camat pemangku khususnya di wilayah perumahan – perumahan,” ungkapnya.

Ketika di wilayah perumahan, menurut legislator PSI ini mereka kesulitan sekali untuk menghimpun kegiatan Gen Z

“karena Gen Z ini mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan, nah ini yang harus di harus dipikirkan,” kata Rio

Terkait serapan, Rio menyayangkan pihak kecamatan berencana untuk meningkatkan anggaran tersebut.

“Bisa bisanya mereka menganggarkan peningkatan atau kenaikan anggaran (Gen Z),” keluhnya.

Namun demikian ternyata, kata Rio di 31 desember 2026 penyerapan yang mereka proyeksikan di bawah APBD murni.

“Lah ngapain ditambah, kalau ternyata di akhir 31 desembernya rendah (Penyerapan),” katanya.

Rio mencontohkan, angka di APBD murni 50 miliar kemudian meminta penambahan 2 miliar total menjadi 52 miliar.

“Tetapi dalam penyerapan ternyata akhirnya akan 48,5 misalnya, Lah ngapain naik?, kan tinggal digeser – geser saja,” katanya.

Rio juga membeberkan, 17 dari 31 kecamatan ternyata mengalami fenomena seperti itu sehingga dinilai tidak efektif

“Nah makanya tadi saya secara khusus minta untuk dikoreksi,” tuturnya.

Untuk itu, komisi A meminta mulai besok pagi 31 kecamatan harus mengumpulkan rencana kerja dan anggaran (RKA) baru.

“Kita enggak mau model seperti itu (RKA), kalau proyeksinya dipegang oleh mereka ya enggak usah naik ngapain naik,” pungkas Rio

YOK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum