PASAMAN BARAT Nusantara expos.com – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi korban robohnya tiang listrik milik PLN di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Peristiwa terjadi di Jorong Rantau Pauah, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban berinisial J, 35 tahun, yang akrab disapa Jack. Ia tertimpa tiang beton penyangga kabel listrik saat mengendarai sepeda motor menuju tempat tugasnya di Simpang Empat.
Kronologi: Tiang Tiba-tiba Ambruk
Menurut keterangan warga, tiang beton tersebut tiba-tiba roboh ke badan jalan dan menghantam korban. Dentuman keras sempat mengagetkan warga sekitar.
“Pas saya lewat, dengar suara ‘bruk’ kencang. Ternyata tiang PLN sudah tumbang dan menimpa bapak pengendara motor,” kata Riko, saksi mata di lokasi.
Korban tidak sempat menghindar dan langsung terlempar bersama kendaraannya. Beban tiang beton yang berat membuat motor korban ringsek.
Korban Alami Luka Bakar Serius
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar di kaki, tangan, dan punggung. Diduga luka bakar terjadi karena masih ada aliran listrik saat tiang tumbang dan mengenai tubuh korban.
Selain itu, korban juga mengalami luka terbuka dan diduga patah pada pergelangan kaki kanan. Saat ini korban dirawat intensif di RSUD Pasaman Barat.
“Kondisinya cukup memprihatinkan. Ada luka bakar dan luka robek. Kami masih lakukan penanganan lebih lanjut,” ujar petugas medis.
Warga Sudah Lama Keluhkan
Warga Jorong Rantau Pauah mengaku tiang tersebut sudah dalam kondisi miring dan tidak kokoh sejak beberapa bulan terakhir. Setiap kali angin kencang, tiang terlihat bergoyang.
“Kami sudah sering lihat tiang itu miring. Sudah lapor juga, tapi tidak ada yang datang untuk perbaiki. Sekarang malah makan korban,” kata Neni, warga setempat.
Kondisi ini memicu kemarahan warga. Mereka menilai PLN lalai dalam melakukan perawatan dan pengecekan berkala terhadap infrastruktur di wilayah rawan.
Keluarga Minta PLN Bertanggung Jawab
Pihak keluarga korban sangat terpukul dan meminta PLN segera bertanggung jawab penuh. Mereka juga mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap tiang-tiang listrik yang kondisinya rawan di Pasaman Barat.
“Ini bukan musibah biasa. Ini kelalaian. Kami minta PLN hadir dan bertanggung jawab atas semua biaya pengobatan dan kerugian yang kami alami,” ujar perwakilan keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Cabang Pasaman Barat belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab dan langkah penanganan pasca kejadian.
Peristiwa ini menjadi peringatan agar seluruh tiang listrik yang sudah tua dan miring segera dievaluasi, sebelum kembali memakan korban.
( Efrizal )

heigth 250>











