heigth 250>
Berita  

Pertamina kembali mengirim pasokan BBM ke Kabupaten Bener Meriah menggunakan pesawat

NUSATARA EXPOS.COM

BENER MERIAH

Pertamina kembali mengirim pasokan BBM ke Kabupaten Bener Meriah menggunakan pesawat, setelah wilayah tersebut hingga kini belum dapat diakses melalui jalur darat akibat bencana. Pengiriman energi kali ini juga dilengkapi tabung LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terisolasi.

Pengiriman dilakukan menggunakan Pesawat Casa TNI AL yang berangkat dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe menuju Bandara Rembele, Bener Meriah. Dalam misi tersebut, pesawat membawa BBM jenis Pertalite, Pertamax, Biosolar, hingga 10 tabung LPG Bright Gas 5,5 kg.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pengiriman menggunakan moda udara telah dilakukan sejak 3 Desember.
“Sejak 3 Desember, Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyaluran energi melalui moda udara. Pasokan tersebut mencakup BBM jenis gasolin yaitu Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo dengan total 2.800 liter, serta BBM jenis gasoil yakni Pertamina Dex, Dexlite, dan Bio Solar sebanyak 8.000 liter,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/12/2025).

Menurut Roberth, pengiriman lewat udara menjadi opsi terbaik mengingat beberapa wilayah masih terisolasi dan tak bisa dijangkau mobil tangki.
“Penyaluran ini diprioritaskan untuk memastikan operasional layanan publik, kendaraan logistik, dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di wilayah yang belum dapat dilalui jalur darat,” jelasnya.

Selain pasokan BBM, Pertamina juga menyalurkan berbagai bantuan logistik sejak 3 Desember untuk masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut meliputi:

490 kg beras

78 kardus mi instan

54 kardus air mineral

100 kardus biskuit

70 kardus masker

Obat-obatan dan vitamin

100 selimut

100 handuk

10 lampu emergency

1 unit genset untuk mendukung operasional posko dan fasilitas publik

“Seluruh bantuan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan,” tambahnya.

Distribusi melalui udara diprediksi terus dilakukan hingga akses darat kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->