heigth 250>
Berita  

Besok, 5000 Massa Bakal Gelar Aksi Demo Tolak SE Wali Kota Medan

Foto : Ilustrasi AI

Besok, 5000 Massa Bakal Gelar Aksi Demo Tolak SE Wali Kota Medan

NUSANTARA EXPOS.COM

MEDAN

Gelombang penolakan terhadap Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan terkait penataan dan pengelolaan limbah penjualan daging non-halal (babi-red) kian memanas. Sekitar 5.000 orang dipastikan akan turun ke jalan dalam aksi besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung di Kantor Wali Kota dan DPRD Medan pada Kamis (26/2/2026).

Massa berasal dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Aksi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan.

Salah satu inisiator aksi, Lamsiang Sitompul, menyebut estimasi massa terus bertambah berdasarkan data yang masuk.

“Estimasi massa kurang lebih 5.000 orang. Yang sudah menyatakan siap ikut berasal dari berbagai elemen,” tegasnya, Selasa (24/2/2026).

Sejumlah organisasi yang menyatakan bergabung antara lain Horas Bangso Batak (HBB) sekitar 500 orang, PMS 1.000 orang, GPBI 500 orang, Rekan Juang PPM 250 orang, LP3I 50 orang, LSM Penjara Pak Simbolon 30 orang, KKDBI 25 orang, serta elemen lainnya dari Pangururan.

Aliansi secara tegas menolak Surat Edaran Nomor 500-7.1/1540 yang diterbitkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tertanggal 13 Februari 2026.

Menurut Lamsiang, kebijakan tersebut dinilai diskriminatif dan memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya pedagang dan konsumen daging babi.

“Kami menolak surat edaran itu dan meminta Wali Kota Medan segera mencabutnya. Jangan sampai kebijakan ini memecah belah masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai, jika memang ingin melakukan penataan, maka harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak terkesan menyasar kelompok tertentu.

Aliansi juga menyoroti bahwa daging yang dijual telah melalui prosedur resmi di rumah potong hewan, sehingga tidak tepat jika dianggap kotor atau membahayakan.

Lebih jauh, Lamsiang menyebut masih banyak persoalan mendesak di Kota Medan yang seharusnya menjadi prioritas, seperti banjir, kemacetan, narkoba hingga dugaan praktik prostitusi terselubung.

“Daripada mengurusi hal yang tidak urgen, lebih baik fokus pada persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Aliansi bahkan mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika tuntutan pencabutan surat edaran tidak direspons. (MBD)

Foto : Ilustrasi AI

#demo #WaliKota #Medan

Penulis: Pimpinan Redaksi MuchlisEditor: Muchlis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->