Padang | Nusantara expos.Com – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat mencatat peningkatan peredaran narkotika yang sangat signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026. Data ini menunjukkan modus penyelundupan melalui jalur udara semakin nekat dan masif.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Polda Sumbar bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 705 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dengan total 916 orang tersangka diamankan.
Bandara Minangkabau Jadi Titik Rawan, 8 Kg Sabu Berhasil Dicegat
Dari total pengungkapan tersebut, sebanyak 6 kasus merupakan upaya penyelundupan narkotika melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Yang paling mencolok, petugas berhasil menggagalkan peredaran sekitar 8 kilogram sabu-sabu yang hendak diterbangkan dari BIM. Jika barang haram ini berhasil lolos, dampaknya akan sangat merusak bagi generasi muda Sumatera Barat.
“Kami melihat ada tren peningkatan keberanian pelaku menggunakan jalur udara. BIM menjadi salah satu titik yang terus kami perketat pengawasannya,” ungkap Dirresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol. Wedy Mahadi, S.I.K., Senin (30/6/2026).
Sitaan Sabu Naik Tajam Hampir 6 Kali Lipat
Secara keseluruhan, barang bukti narkotika yang berhasil disita Polda Sumbar dan jajaran sangat fantastis. Rinciannya sebagai berikut:
1. Narkotika jenis Sabu: 41,66 Kilogram
2. Narkotika jenis Ganja: 586,3 Kilogram
3. Narkotika jenis Ekstasi: Ratusan butir
Angka sitaan sabu ini melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya seberat 7,13 kilogram. Artinya, terjadi kenaikan hampir 6 kali lipat dalam setahun.
Hasil penyelidikan menunjukkan seluruh narkotika tersebut merupakan pasokan dari luar wilayah Sumatera Barat dan diedarkan ke berbagai daerah di Sumbar.
Waspada Modus Baru: Sabu Cair dan Pot Getar
Selain jumlah yang meningkat, jenis narkotika yang beredar juga semakin beragam dan menyasar anak muda. Polisi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemunculan sabu cair yang disamarkan dalam kemasan minyak wangi, serta pot getar atau vape yang telah dicampur cairan narkotika.
“Modus ini sangat berbahaya karena bentuknya menyerupai barang sehari-hari, sehingga sulit terdeteksi oleh orang awam, khususnya orang tua,” jelas Kombes Pol. Wedy Mahadi.
Perang Melawan Narkoba Butuh Peran Semua Pihak
Menyikapi situasi ini, Polda Sumbar menegaskan tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergitas seluruh elemen masyarakat, mulai dari niniak mamak, bundo kanduang, wali nagari, tokoh agama, hingga pemerintah daerah untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkoba.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Sumbar untuk bersama-sama mengawasi lingkungan. Laporkan segera jika menemukan aktivitas yang mencurigakan terkait narkoba,” imbaunya.
Di sisi lain, untuk korban penyalahgunaan narkotika yang ingin pulih, Polda Sumbar tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui program rehabilitasi dengan jalur restorative justice. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk pulih dan kembali ke masyarakat.
( Efrizal )

heigth 250>











