PASAMAN, http://NusantaraExpos.com – Bencana alam banjir bandang menerjang Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada Jumat (18/9/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah perbukitan dan hulu sungai sejak pukul 14.00 WIB menyebabkan debit air sungai meluap drastis. Air bah datang secara tiba-tiba dengan membawa material lumpur tebal, pasir, bebatuan besar, hingga batang-batang kayu dan pohon tumbang, langsung menghantam permukiman warga di dua kampung.
Bencana ini menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Tidak hanya merendam permukiman, banjir juga merusak rumah warga, menyapu lahan pertanian produktif, menjebol kolam ikan, merusak jembatan penghubung antar jorong, serta memutus total jaringan air bersih milik masyarakat.
17 Rumah Terendam Lumpur
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman dari laporan Wali Nagari Simpang Tonang, sedikitnya 17 unit rumah warga terendam banjir bandang.
Rinciannya, tujuh rumah berada di Kampung Parit dan sepuluh rumah lainnya berada di kawasan Tolang Dolok. Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 hingga 100 centimeter atau selutut hingga sepinggang orang dewasa, disertai lumpur tebal yang masuk ke dalam rumah.
“Air datang sangat cepat, warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Banyak perabot rumah tangga rusak terendam lumpur,” ujar salah seorang warga setempat.
Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun sejumlah warga, terutama lansia dan anak-anak, terpaksa mengungsi ke rumah keluarga dan ke Masjid terdekat karena rumah mereka belum bisa ditempati.
Sektor Pertanian Lumpuh, Petani Terancam Gagal Tanam
Dampak paling parah dan kerugian terbesar dirasakan di sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.
Di Kampung Parit, sedikitnya 5 hektare lahan persawahan yang baru ditanami padi berusia sekitar dua minggu, kini tertimbun total oleh material banjir. Sawah tersebut tertutup pasir setebal 30-50 cm, ditambah tumpukan batu kali dan batang kayu besar yang terbawa arus.
Kondisi ini membuat lahan tidak mungkin untuk diolah kembali dalam waktu dekat. Petani setempat diperkirakan mengalami kerugian puluhan juta rupiah dan terancam gagal tanam untuk musim ini.
Selain sawah, beberapa kolam ikan air tawar milik warga juga jebol diterjang banjir, ribuan ekor ikan lele dan nila hanyut terbawa arus.
Tak hanya itu, satu unit jembatan kayu penghubung antar kampung dilaporkan rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, serta jaringan pipa air bersih yang menjadi sumber air minum warga terputus total.
BPBD Lakukan Pendataan dan Imbau Warga Waspada
Hingga hari ini, Sabtu (19/9/2026), Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasaman bersama pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, TNI-Polri, dan masyarakat setempat masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan kerugian, pembersihan material lumpur dan kayu, serta gotong-royong memperbaiki jembatan darurat.
Kalak BPBD Kabupaten Pasaman mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan lereng perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami imbau warga tetap waspada, karena curah hujan di wilayah hulu masih cukup tinggi. Potensi banjir susulan dan longsor masih bisa terjadi. Jika hujan deras lebih dari satu jam, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” imbaunya.
Pemerintah Nagari Simpang Tonang juga berharap adanya bantuan darurat dari Pemerintah Kabupaten Pasaman, terutama untuk perbaikan lahan pertanian, jembatan, dan pasokan air bersih warga.
_Deni Irawan_

heigth 250>











