Desa sipange hancur 100%
Dihantam banjir bandang Tapteng, bantuan belum merata.
Nusantara Expost.com –
Tapanuli Tengah .
Banjir bandang yang parah melanda Sumutera Utara ( SUMUT ), pada selasa 25 November 2025.
Meninggalkan luka mendalam ,di Kabupaten Tapanuli Tengah ( TAPTENG ), Tepatnya di desa Sipange Kecamatan Tukka, menjadi wilayah terdampak terparah dengan tingkat kerusakan yang dilaporkan mencapai hampir 100 persen.
Hingga saat ini warga desa sipange yang kini terisolisasi masih berjuang hidup di tengah minimnya bantuan yang diterima.
Desa terisolisasi, stok makanan menipis drastis banjir bandang tersebut telah merusak infrastruktur vital di desa Sipange, yang terdiri dari beberapa kampumg termasuk sipange julu gunung tua,dan sibaganding. Kondisi ini membuat desa tersebut kini menjadi salah satu daerah terisolisasi di kecamatan Tukka.
Meskipun pemerintah setempat sempat menyalurkan bantuan melalui jarak udara Pada 30 November 2025, warga mengeluhkan bahwa distribusi tersebut tidak merata dan baru dilakukan sekali.
Warga desa sipange, yang kini terisolisasi, masih berjuang bertahan hidup di tengah minimnya bantuan yang di terima. Seorang warga Ronald, menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi ibunya, Lesmawan Hutabarat yang berada di kampung Sipange Julu.
Sudah hampir sepekan ini orang tua saya belum memdapatkan bantuan sama sekali, mereka hudup dari stok makanan yang mulai menipis bahkan sudah mulai habis total, tutur Ronald.
Warga Desa Sipange memohon bantuan segera dari pemerintah derah dan aparat di lapangan.
Kebutuhan yang mendesak diperlukan saat ini meliputi bahan makanan, minimal obat – obatan dan perlengkapan hidupnya lainnya.
Ronald menyampaikan permintaan utama masyarakat Sipange, diantaranya adalah :
-Penyaluran bantuan merata.
Memastikan bantuan disalurkan secara adil ke seluruh kampung di Di Desa Sipange.
-Pembukaan jalan akses mendesak pemerintah untuk segera membuka akses jalan menuju desa mereka yang terputus agar penyaluran bantuan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti :
Meski akses sulit, salah satu tokoh masyarakat Sipange telah berinisiatif melalkukan penggalangan dana bantuan yang terkumpul sudah mulai disalurkan melalui jalur darat.
Namun, penyaluran ini menghadapi tantangan yang sangat besar. Bantuan harus diangkut dengan berjalan kaki selama kurang lebih dua jam melintasi medan yang. sulit dan melelahkan hingga saat ini, anggaran yang terkumpul melalui inisiarif tersebut masih minim.
Untuk membantu warga Desa Sipange, donasi dapat disalurkan melalui No. Rekening 7571047296 a/n Angelita Octovina Putri, atau melalui aplikasi dana 082277841788 .
Warga Desa Sipange berharap penuh, dengan kondisi desa yang terisolir dan kerugian material yang menelan banyak korban, bantuan dapat segera tersalurkan secara keseluruhan, khususnya ke kampung – kampung yang paling terpencil seperti Sipange Julu.
Afnil Tanjung ( wartawan )
Sumber :sumutBerantas

heigth 250>












