PADANG PARIAMAN, Nusantara Expos.com – Ratusan pasang mata tertuju ke Kantor Bupati Padang Pariaman, Senin siang (24/8/2026). Puluhan warga Nagari Guguak, Kecamatan 2 x 11 Kayutanam, tumpah ruah menggelar aksi unjuk rasa. Mereka datang dengan satu tuntutan tegas: tolak pelantikan Wali Nagari Guguak periode 2026-2034.
Aksi ini dipicu kekecewaan warga terhadap pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari atau Pilwana yang dinilai penuh kejanggalan. Dengan membawa spanduk bertuliskan “Batalkan Pelantikan Wali Nagari Cacat Hukum” dan “Usut Tuntas Dugaan Kecurangan Pilwana Guguak”, massa berorasi secara bergantian di depan gerbang kantor bupati.
“Kami bukan menolak demokrasi. Tapi kami menolak hasil demokrasi yang curang. Proses Pilwana di Nagari Guguak tidak adil, tidak transparan, dan melanggar aturan yang berlaku,” tegas koordinator aksi melalui pengeras suara.
Menurut warga, ada sejumlah tahapan Pilwana yang bermasalah. Mulai dari dugaan data pemilih ganda, panitia yang tidak netral, hingga intimidasi terhadap pemilih. Hal inilah yang membuat mereka yakin hasil Pilwana tidak bisa dijadikan dasar untuk melantik Wali Nagari yang baru.
“Kami sudah layangkan surat keberatan ke berbagai pihak, tapi tidak ada tanggapan. Makanya kami turun ke jalan. Ini bentuk terakhir kami mencari keadilan,” ujar salah seorang warga.
Dalam orasinya, massa mendesak Bupati Padang Pariaman untuk segera menunda pelantikan. Mereka juga meminta dibentuk tim independen untuk mengaudit ulang seluruh proses Pilwana Nagari Guguak. Jika tuntutan tidak diindahkan, warga mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kami akan terus berjuang. Jangan sampai 8 tahun ke depan Nagari Guguak dipimpin oleh orang yang lahir dari proses kotor,” teriak massa.
Hingga aksi berakhir, belum ada pejabat Pemkab Padang Pariaman yang menemui massa. Hanya aparat kepolisian yang berjaga dan mengawal jalannya demonstrasi agar tetap tertib.
Sementara itu, pelantikan Wali Nagari se-Kabupaten Padang Pariaman dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Namun dengan adanya penolakan ini, nasib pelantikan Wali Nagari Guguak kini menggantung.
Warga berharap pemerintah daerah bijak menyikapi. Jangan sampai melantik pemimpin yang legitimasinya dipertanyakan oleh masyarakat sendiri.
( Efrizal )

heigth 250>











