heigth 250>
Berita  

MESS KARYAWAN PECAL AYAM CAK BLANGKON JALUR 32 TERBAKAR, DAMKAR PASBAR BERTARUH NYAWA PADAMKAN API GERAK CEPAT 1 MENIT, 6 PERSONEL POSKO SIMPANG EMPAT GAGALKAN API LALAP ASET PENGUSAHA KULINER

PASAMAN BARAT NUSANTARA EXPOS.COM – Aksi heroik terjadi saat kebakaran melanda mess karyawan Pecal Ayam Cak Blangkon di Jalur 32, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Minggu (31/5/2026) sore. Seorang karyawan nekat menjebol dinding mess dengan tangan kosong demi halau api agar tidak merembet ke bangunan utama.

Api pertama kali terlihat membesar sekitar pukul 17.10 WIB. Karyawan laki-laki yang memergoki kobaran api langsung berinisiatif memadamkan secara manual menggunakan ember sambil berteriak minta tolong. Ia juga menjebol dinding mess sebagai sekat darurat agar api tidak menjalar ke area dapur dan tempat usaha.

Bersamaan dengan itu, karyawan lain sigap menghubungi Damkar Pasaman Barat. Laporan diterima Posko Simpang Empat tepat pukul 17.10 WIB. Tanpa buang waktu, 1 unit armada dengan 6 personel langsung meluncur ke lokasi pada pukul 17.11 WIB.

Kasat Pol PP dan Damkar Pasaman Barat, Handoko, menegaskan kecepatan adalah kunci. “Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak. Prinsip kami jelas. Pantang pulang sebelum padam, walaupun nyawa taruhannya,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Tiba di lokasi, Regu A Posko Simpang Empat langsung menggelar selang dan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan. Api yang sudah cukup besar berhasil dilokalisir dan tidak sempat melalap bangunan utama Pecal Ayam Cak Blangkon milik Santi (46). Penanganan dinyatakan selesai pukul 17.56 WIB, atau hanya 46 menit sejak laporan masuk.

Petugas PLN juga turun ke lokasi untuk memastikan jaringan listrik aman. Berkat koordinasi cepat karyawan dan Damkar, kerugian besar berhasil dihindari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Regu A yang bertugas terdiri dari Wen Wahyudi sebagai Danru, Fide Virnanda sopir, bersama anggota Pebri, Arjunaidi, Fista Brimo, dan Piodi Albiasona Btr. Mereka memastikan api benar-benar padam dan tidak ada bara tersisa sebelum kembali ke posko.

Insiden ini jadi bukti nyata semboyan Damkar Pasbar bukan sekadar slogan. Sekaligus pengingat warga agar tidak panik dan langsung hubungi 113 atau posko Damkar terdekat saat lihat api.

( Efrizal )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum