heigth 250>
Berita  

PERKUAT KESIAPSIAGAAN, WILMAR GELAR SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA DI AGAM

_Nusantaraexpos.com – Agam, 31 Juli 2026_

Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, PT AMP Plantation – Wilmar Group menggelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebencanaan pada Kamis (30/7/2026) di area operasional perusahaan, Kabupaten Agam.

Kegiatan berbentuk refresh training ini ditujukan bagi jajaran Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) internal perusahaan serta masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Materi Simulasi Komprehensif
Pelatihan difokuskan pada 4 skenario utama yang rawan terjadi di wilayah operasional, yaitu:
1. Mitigasi dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
2. Prosedur Tanggap Darurat Gempa Bumi dan Banjir
3. Penanganan Situasi Huru-hara
4. Edukasi Keamanan Penggunaan LPG Rumah Tangga

Libatkan 4 Unit Usaha dan 3 Instansi Teknis
Peserta training merupakan gabungan Tim TPKD Wilmar Region Agam dan Pasaman Barat dari 4 unit usaha: PT AMP Plantation, PT Gersindo Minang Plantation, PT Permata Hijau Pasaman, dan PT Primatama Muliajaya.

Untuk memperkuat materi, manajemen Wilmar menggandeng pemangku kepentingan terkait, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Ketiga instansi ini turut memberikan materi teknis dan praktik langsung di lapangan.

Komitmen Penuhi Sarana dan SDM
Group Estate Manager (GEM) Wilmar Region Agam, Sosialisman, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen penuh dalam mendukung upaya mitigasi bencana, baik dari segi pemenuhan sarana dan prasarana maupun peningkatan kompetensi personel.

Agar Tim TPKD lebih siap ketika terjadi keadaan darurat kebencanaan, perusahaan sudah melengkapi prasarana sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kita berharap dengan adanya sosialisasi dan praktik langsung dari tim Satpol PP, Damkar, dan Basarnas ini dapat menambah serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tim TPKD kita, khususnya Region Agam dan Pasaman Barat, pada saat menghadapi kondisi tanggap darurat kebencanaan,” ujar Sosialisman.

Bangun Sistem Tanggap Darurat Terpadu
Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara perusahaan, lembaga teknis penanggulangan bencana, dan masyarakat sekitar dapat menjadi kekuatan yang solid dan bergerak cepat saat terjadi bencana, khususnya kebakaran.

Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini, akan terbentuk sistem tanggap darurat yang cepat, tepat, dan terpadu sehingga meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material saat bencana terjadi,” tutup Sosialisman.

Melalui kegiatan ini, Wilmar Group menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kerja dan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

( Dona Nurdin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum