Program Nyata Penguyuban Satrio Singo Lodayah Berkolaborasi dengan Seniman Jaranan di Kota Medan
Nusantara Expos.com
Medan — Penguyuban Seni Satrio Singo Lodayah kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya tradisional dengan menjalankan program nyata berupa kolaborasi bersama para seniman jaranan lain yang ada di Kota Medan. Kolaborasi ini menjadi wujud kebersamaan lintas penguyuban demi memperkuat persaudaraan dan nilai budaya Nusantara.
Kegiatan kolaboratif tersebut digelar di Sanggar Satrio Singo Lodayah, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia. Acara ini dihadiri oleh sejumlah kelompok seni jaranan, tokoh masyarakat, serta para pelaku seni yang selama ini aktif mengembangkan kesenian tradisional di wilayah Kota Medan.
Ketua Penguyuban Satrio Singo Lodayah bernama Muchlis menyampaikan bahwa” kolaborasi ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan program berkelanjutan yang mengedepankan nilai kekeluargaan silaturahmi, dan saling mendukung antar-seniman. Menurutnya, kesenian tradisional akan tetap hidup apabila dijaga bersama tanpa sekat kelompok.”
Dalam kegiatan tersebut, para seniman menampilkan beragam atraksi jaranan, mulai dari tarian pembuka, iringan musik tradisional, hingga adegan kolaboratif yang memadukan ciri khas masing-masing penguyuban. Penampilan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Selain sebagai hiburan, acara ini juga menjadi ruang diskusi antar-pelaku seni untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan seni jaranan di Kota Medan. Para seniman sepakat bahwa kolaborasi lintas penguyuban menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi seni tradisi di tengah arus modernisasi.
Dewan penasehat penguyuban menambahkan bahwa program kolaborasi ini sejalan dengan misi pembinaan generasi muda agar tetap mencintai budaya lokal. Melalui kegiatan bersama, diharapkan muncul regenerasi seniman jaranan yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki rasa persaudaraan yang kuat.
Dengan terselenggaranya program nyata ini, Penguyuban Satrio Singo Lodayah berharap dapat menjadi contoh bagi penguyuban seni lainnya di Kota Medan untuk terus bersinergi, menjaga nilai budaya, serta mempererat tali silaturahmi demi kelestarian seni tradisional Nusantara.(Tim redaksi)

heigth 250>












