NUSANTARA EXPOS.COM
MEDAN – Kolaborasi Paguyuban Kesenian Satrio Singo Lodayah dengan Paguyuban Sapu Jagad sukses menghibur masyarakat di Jalan Karya Perbatasan, Kecamatan Medan Johor, pada Minggu, 11 Januari 2026. Pertunjukan seni tradisional ini disambut antusias oleh warga sekitar yang memadati lokasi sejak siang hari.
Dalam pertunjukan tersebut, kedua paguyuban menampilkan seni kuda lumping dengan berbagai atraksi khas yang sarat nilai budaya dan spiritual. Iringan musik tradisional serta gerakan dinamis para penari mampu menciptakan suasana meriah sekaligus magis, sehingga menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan usia.
Ketua Paguyuban Kesenian Kuda Satrio Singo Lodayah Muchlis menyampaikan bahwa” kolaborasi ini merupakan wujud nyata pelestarian seni budaya warisan leluhur. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat persaudaraan antar-seniman sekaligus memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda.
Sementara itu, perwakilan Paguyuban Sapu Jagad atau di sapa Lek Tum menjelaskan “bahwa filosofi yang diangkat dalam pertunjukan ini adalah pembersihan lahir dan batin serta keseimbangan hidup. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui simbol gerak, kostum, dan alur pertunjukan yang menggambarkan perjalanan manusia dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Kolaborasi dua paguyuban ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan. Meski memiliki karakter seni yang berbeda, kedua kelompok mampu bersinergi dan menyatu dalam satu panggung, sehingga menghasilkan pertunjukan yang harmonis dan bermakna bagi masyarakat.
Antusiasme warga terlihat jelas selama pertunjukan berlangsung. Banyak penonton mengaku terhibur dan berharap kegiatan seni tradisional seperti ini dapat terus digelar secara rutin di lingkungan mereka sebagai sarana hiburan sekaligus edukasi budaya.
Melalui kolaborasi di Jalan Karya Perbatasan, Kecamatan Medan Johor ini, Paguyuban Kesenian Satrio Singo Lodayah dan Paguyuban Sapu Jagad menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan seni tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa yang patut diwariskan kepada generasi mendatang.( Red)

heigth 250>














