heigth 250>
Berita  

Silaturahmi Penguyuban Kuda Lumping, Jalin Persaudaraan dan Lestarikan Budaya

Silaturahmi Penguyuban Kuda Lumping, Jalin Persaudaraan dan Lestarikan Budaya

NUSANATARA. EXPOS.COM

MEDAN– Sejumlah penguyuban kuda lumping dari berbagai kecamatan  menggelar acara silaturahmi budaya pada acara ulang tahun Adek anggota  bernama Amar yang ke 6 tahun  penguyuban satrio singo lodayah  pada minggu  (14/9/2025). Di jalan strban kel sari rejo kec. Medan polonia

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga eksistensi kesenian tradisional yang masih digemari masyarakat.

 

Acara tersebut dihadiri berbagi  kelompok seni kuda lumping yang tampil secara bergiliran. Setiap kelompok menampilkan ciri khas masing-masing, mulai dari gerakan tari, iringan gamelan, hingga atraksi mistis yang selalu menjadi daya tarik penonton. Suasana berlangsung meriah dengan dukungan penuh warga sekitar.

 

Ketua sanggar penguyuban satrio singo lodayah  Muchlis mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai wadah memperkuat solidaritas antar-seniman. “Lewat kesenian kuda lumping, kita bisa saling menjalin persaudaraan, berbagi pengalaman, dan menjaga kekompakan,” ujarnya.

 

Selain pertunjukan seni, acara juga diisi dengan doa bersama sebagai simbol kebersamaan. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa syukur sekaligus mempererat hubungan antar-penguyuban. Tradisi doa menjadi bagian penting dalam setiap pertemuan untuk menjaga nilai spiritual di balik kesenian kuda lumping.

 

Tokoh masyarakat yang bernama;sayrul  hadir memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut mereka, silaturahmi penguyuban kuda lumping dapat menjadi contoh bagaimana seni tradisional mampu menjadi media pemersatu. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin,” kata salah satu tokoh desa.

 

Masyarakat setempat pun menyambut baik acara tersebut. Banyak warga yang datang untuk menyaksikan penampilan dari berbagai kelompok. Kehadiran penonton bukan hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai upaya bersama melestarikan budaya daerah.

 

Ke depan, ketua  penguyuban satrio singo lodayah berharap silaturahmi antar-penguyuban kuda lumping bisa menjadi agenda mingguan  Dengan demikian, kesenian tradisional ini tetap terjaga kelestariannya sekaligus menjadi sarana memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->