heigth 250>
Berita  

Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Ketua PWPM Sumbar Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Persatuan dan Pengabdian

Padang|Nusantara Expos.com – Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Barat, Ade Herdiansyah, mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, menjadikan peringatan Haul ke-56 Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno (Bung Karno), sebagai momentum untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ade Herdiansyah dalam refleksi yang disampaikan di Padang, Jumat (27/6/2026). Menurutnya, lebih dari lima dekade sejak wafatnya Bung Karno, semangat dan gagasan yang diwariskan sang Proklamator masih relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan saat ini.

“Haul Bung Karno bukan sekadar mengenang sosok Proklamator, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang diwariskannya bagi generasi penerus bangsa,” ujar Ade.

Ia mengatakan, Bung Karno mengajarkan pentingnya kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Menurutnya, nilai-nilai gotong royong, nasionalisme, dan keadilan sosial yang diperjuangkan Bung Karno harus terus dihidupkan di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Ade juga menegaskan bahwa generasi muda, khususnya kader Pemuda Muhammadiyah, memiliki tanggung jawab moral untuk mengisi kemerdekaan melalui karya nyata, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi umat, serta menjaga nilai-nilai Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah. Justru keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dirawat dengan semangat persaudaraan, dialog, dan gotong royong sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa,” katanya.

Di akhir refleksinya, Ade mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan peringatan Haul ke-56 Bung Karno sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, tetapi amanah yang harus dijaga dengan integritas, pengabdian, dan kerja nyata demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, makmur, dan bermartabat.

Ia pun menutup refleksinya dengan mengutip pesan terkenal Bung Karno, “JAS MERAH – Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah.”

“Dari sejarah kita belajar, dari persatuan kita kuat, dan dari pengabdian kita memuliakan Indonesia,” tutupnya.

(REZKI INDAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum