Palangkaraya | Nusantara Expos.Com – Isak tangis menggema di RS Bhayangkara Palangka Raya, Minggu (5/7/2026). Rombongan ambulans yang membawa jenazah Aiptu Sumariyanto tiba setelah 4 hari pencarian.
Suasana seketika pecah. Keluarga, rekan sejawat, hingga anggota Polri lain tak kuasa menahan air mata. Rintihan pilu sang anak yang terus memanggil “Ayah… Ayah…” membuat suasana duka semakin mendalam.
Aiptu Sumariyanto gugur sebagai pahlawan bangsa saat menjalankan tugas negara dalam operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Kronologi Penggerebekan Berdarah di Desa Tumbang Kalemei
Tragedi itu terjadi pada Rabu (1/7) dini hari. Sebanyak 12 personel gabungan Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap jaringan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei.
Operasi awal berjalan lancar. Target utama berhasil diringkus. Namun situasi seketika berubah mencekam.
Sekelompok orang di dalam rumah bersama warga sekitar yang terprovokasi tiba-tiba mengepung petugas. Mereka menyerang secara brutal menggunakan senjata tajam berupa parang dan benda tumpul lainnya.
Situasi makin brutal ketika dari arah kerumunan terdengar letusan senjata api rakitan. Para personel yang kalah jumlah dan terdesak akhirnya mengambil keputusan untuk menyelamatkan diri dengan melompat ke Sungai Tumbang Kalemei.
Dalam peristiwa tersebut, Aipda Yudhie dinyatakan gugur di lokasi kejadian. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto dilaporkan hilang dan terseret arus sungai.
4 Hari Pencarian, Jenazah Ditemukan
Tim SAR gabungan dari Polri, BPBD, dan warga terus melakukan pencarian selama 4 hari. Hingga akhirnya, pada Minggu pagi jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Desa Tumbang Kalemei.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk divisum. Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap Bripda Nopandri masih terus dilakukan.
Sosok Polisi Humanis dan Teladan
Selama bertugas, almarhum Aiptu Sumariyanto dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, loyal, rendah hati, dan sangat dekat dengan masyarakat. Rekam jejaknya bersih tanpa catatan.
Rekan seangkatan, AKP Miftah Khoiri, menyampaikan duka yang mendalam.
“Kami dari Polda Kalteng merasa sangat kehilangan. Beliau termasuk rekan yang sangat baik, mudah bergaul, saling menghormati, dan selalu siap membantu masyarakat,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto, juga menyampaikan belasungkawa. Beliau memastikan keluarga almarhum akan menerima hak-hak serta penghargaan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Aiptu Sumariyanto yang gugur di garis depan.
Pengorbanan almarhum menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkoba, meski harus dibayar dengan nyawa.
Selamat jalan Aiptu Sumariyanto. Dedikasi dan pengorbananmu akan selalu dikenang. Semoga husnul khatimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah
( Efrizal )

heigth 250>











