heigth 250>
Berita  

Eman Jaya Lase Dilaporkan ke Polda Sumut, Korban Mengaku Diancam dan Konten Intim Disebar

Seorang perempuan asal Nias Utara melaporkan Eman Jaya Lase ke Polda Sumatera Utara atas dugaan ancaman, pemerasan digital, dan penyebaran konten intim tanpa persetujuan yang disebut berdampak pada kehidupan pribadi serta rumah tangganya.

Eman Jaya Lase Dilaporkan ke Polda Sumut, Korban Mengaku Diancam dan Konten Intim Disebar

 

 

MEDAN .NUSANTRAEXPOS.COM

 wanita penyanyi asal Nias Utara akhirnya memberanikan diri melaporkan Eman Jaya Lase ke Polda Sumatera Utara. Laporan mencakup dugaan kekerasan seksual non-fisik, pemerasan digital, perusakan nama baik, dan penyebaran konten intim tanpa persetujuan. Proses hukum didampingi kuasa hukum S. Zendrato, SH., MH. dan R. Nazara, SH., M.KN.

 

Awal Mula: Hubungan yang Tak Direstui

Sejak 2014, Eman Jaya Lase terus mendekati korban. Ketika keluarga tidak merestui, korban menikah pada Juni 2015. Namun pada 2021, pelaku kembali menghubungi, meminta nomor WhatsApp, lalu mengubah nama akun Facebook korban tanpa izin.

 

 

Pelaku meminta foto dan video pribadi tanpa busana, mengancam: kalau ditolak, akan dikirim ke suami. Korban menuruti demi menjaga rumah tangga — namun ancaman justru terus diulang.

Pada 2024, korban berusaha melapor ke istri pelaku, namun justru dibela. Pelaku membuat akun TikTok: ria44 dan menyebarkan rekaman ke publik. Korban mengaku kepada suami — lalu diusir dari rumah.

Keluarga mendatangi pelaku di Pekanbaru, Riau, namun ia kabur ke Kerinci. Orang tuanya berjanji menegur — penyebaran berhenti 5 bulan, lalu kembali dilakukan.

Motto Memilukan: “Tidak Boleh Milik Siapa Pun”

Pelaku membuat akun-akun baru atas nama Yul, Yuli Arisman Ratna, Rianti Sali Ali Dere — menyebarkan rekaman ke siapa pun yang mengenal korban. Ia menyampaikan ancaman:

“Kalau kamu tidak bisa aku miliki, begitu juga orang lain tidak boleh memiliki kamu.”

Tekanan berlangsung hingga 2026. Rumah tangga hancur, profesi sebagai penyanyi terancam, dan tekanan mental nyaris membuat korban putus asa.

 

Alamat Kediaman Pelaku Diketahui

Tim dan korban kini telah memperoleh informasi tempat tinggal pelaku secara jelas:

Desa Pinang Sebatang Timur, RT 003 / RW 004, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau

Informasi ini diserahkan kepada pihak penyidik untuk mempercepat proses hukum.

Pasal-Pasal yang Dijerat

No Dasar Hukum Pokok Tindak Pidana

1 UU TPKS No.12/2022 — Pasal 5 jo. Pasal 14 Kekerasan seksual non-fisik & penyebaran konten intim tanpa persetujuan

2 UU ITE No.19/2016 — Pasal 27 ayat (1) jo. Pasal 45 ayat (1) Sebar konten bermuatan susila: penjara maks. 6 thn / denda Rp1 miliar

3 UU ITE — Pasal 27B ayat (2) jo. Pasal 45 ayat (10) Pemerasan dengan ancaman sebar rekaman: penjara maks. 6 thn

4 KUHP — Pasal 335 & 368 Pengancaman dan pemerasan

5 UU TPKS — Pasal 29 Setiap orang yang mengetahui namun ikut menyebarkan dapat dipidana

 

Pesan Korban

“Saya bercerita ini bukan untuk aib, tapi agar tidak ada wanita lain yang mengalami hal yang sama. Tidak ada seorang pun yang berhak menguasai tubuh dan masa depan orang lain.”

Laporan resmi telah diterima di Polda Sumatera Utara

Proses penyidikan sedang berjalan

Alamat kediaman pelaku telah diketahui dan diserahkan kepada penyidik

Dihimbau tegas: Masyarakat diminta TIDAK menyebarkan materi rekaman tersebut — ikut menyebarkan dapat dipidana sesuai Pasal 29 UU TPKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum