heigth 250>
Berita  

BMI Gelar Roadshow Pelatihan Bilal Mayyit di Masjid Jamik Medan Barat

 

BMI Gelar Roadshow Pelatihan Bilal Mayyit di Masjid Jamik Medan Barat.

 

Medan – Nusantara Expost.Com Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan kembali menggelar Roadshow Pelatihan Bilal Mayyit di Masjid Jamik, Jalan Karya No. 85, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Selasa : ( 10/3/2026).Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat tentang pelaksanaan fardhu kifayah, khususnya dalam pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

 

Pelatihan dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh peserta dari beberapa kecamatan di Kota Medan, seperti Medan Barat, Medan Petisah, dan Medan Helvetia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program roadshow BMI untuk memdidik kader-kader masyarakat yang mampu melaksanakan pengurusan jenazah secara benar di lingkungan masing-masing.

 

Acara tersebut turut dihadiri Camat Medan Barat Maswan.Harahap. S.T. Kepala K.U.A Medan Barat Masril Halomoan Harahap M.A, Ketua MUI Kecamatan Medan Barat ” Tuah Aman Sirait S.Ag, M.Ag serta Perwakilan BKM Masjid Jamik Edwin.

 

 

Camat Medan Barat Buka Acara dengan Pantun.

 

 

Dalam pembukaan acara, Camat Medan Barat Maswan Harahap menyampaikan pantun sebelum memberikan sambutannya.

 

“Pagi hari memetik melati,

Harumnya sampai ke halaman rumah.

Kita berkumpul di pelatihan Bilal Mayyit ini,

Semoga menambah ilmu dan menambah ibadah”.

 

Dalam sambutannya, Camat menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Medan, khususnya Kecamatan Medan Barat, mendukung penuh kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya sudah banyak mendengar masukan dan pengalaman dari para tokoh agama dan masyarakat, mulai dari Ketua MUI, Kepala KUA hingga Ketua BKM. Intinya kami dari Pemerintah Kota Medan, khususnya Kecamatan Medan Barat, sangat mendukung kegiatan seperti ini karena pelatihan Bilal Mayyit menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujarnya.

 

 

MUI: Pemko Medan Sejak Lama Perhatikan Bilal Mayyit.

 

 

Ketua MUI Kecamatan Tuah Aman Sirait M.

S.Ag. M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan bilal mayyit selama ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Medan.

 

Menurutnya, sejak puluhan tahun lalu Pemko Medan sudah memberikan perhatian kepada para bilal mayyit. Ia bahkan mengingat pengalaman di Kelurahan Silalas pada tahun 2004, di mana seorang bilal mayyit diberangkatkan menunaikan ibadah haji oleh Pemerintah Kota Medan.

 

 

“Sejak dulu Pemko Medan sangat memperhatikan bilal mayyit. Bahkan sampai hari ini saya dengar masih ada honor bagi bilal mayyit yang terdata,” ungkapnya.

 

Ia juga menekankan bahwa pengurusan jenazah bukan hanya persoalan ilmu, tetapi juga keberanian dan panggilan hati. Karena itu generasi muda perlu dipersiapkan agar pengurusan jenazah di tengah masyarakat dapat terus berjalan.

 

“Kalau masyarakat yang meninggal, bilal mayyit yang mengurus. Tapi kalau bilal mayyit yang meninggal, siapa yang mengurus? Karena itu generasi muda harus dipersiapkan melalui pelatihan seperti ini,” jelasnya.

 

 

Tokoh Masyarakat: Bilal Mayyit Perlu Perhatian Pemerintah.

 

 

Dalam kesempatan tersebut, seorang tokoh masyarakat ” Pror Dr. Zainul Fuad ” juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan pelatihan yang digelar oleh BMI. Ia mengaku terharu melihat aktivitas para Bilal Mayyit yang dengan penuh semangat memberikan pelatihan kepada masyarakat.

 

Ia juga menceritakan pengalamannya ketika menghadiri prosesi pemakaman almarhum Alex Ketaren, yang menurutnya menjadi pengingat pentingnya keberadaan bilal mayyit di tengah masyarakat.

 

“Saya benar-benar terharu melihat aktivitas ini. Dari pengalaman saya ketika menghadiri prosesi meninggalnya almarhum Alex Ketaren, saya melihat betapa pentingnya peran bilal mayyit bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Menurutnya, bilal mayyit seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan fardhu kifayah.

 

“Saya memandang bilal mayyit ini harus menjadi sebuah profesi yang diperhatikan oleh pemerintah. Jangan dibiarkan begitu saja. Bahkan kalau perlu ada perhatian khusus agar pengelolaan pengurusan jenazah ini semakin baik,” katanya.

 

Ia juga menyoroti masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang prosesi takziah dan pengurusan jenazah.

 

“Ilmu tentang prosesi takziah saja masih sangat minim di tengah umat Islam, padahal ini merupakan bagian dari fardhu kifayah. Walaupun cukup satu orang yang memiliki ilmu tersebut, tetapi akan lebih baik jika banyak masyarakat yang memahami dan mampu melaksanakannya,” tambahnya.

 

 

BKM Masjid Jamik : Sambut Baik Pelatihan.

 

 

Sementara itu, Perwakilan BKM Masjid Jamik ” Edwin” mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya pelatihan tersebut di masjid Jamik Ini.

“Kami bersyukur kepada Allah SWT atas kehadiran BMI yang melaksanakan pelatihan Bilal Mayyit di masjid ini. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian sehingga masyarakat perlu memiliki ilmu dan keterampilan untuk melaksanakan fardhu kifayah.

 

“Mudah-mudahan melalui pelatihan ini kita mendapatkan ilmu dan keterampilan untuk melakukan fardhu kifayah. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

 

 

Peserta, Harapkan Dukungan Pemerintah.

 

 

Salah seorang peserta pelatihan, “Suri Melina”. menyampaikan kepada awak media bahwa jasa BMI kepada masyarakat tidak dapat diukur dengan materi.

 

“Jasa BMI kepada masyarakat tidak bisa diukur dengan uang. Insya Allah semuanya akan mendapat keberkahan dan ridha dari Allah SWT. Saya berharap pemerintah, khususnya Bapak Wali Kota Medan, ” Riico Waas” dapat memberikan perhatian Penuh kepada Bilal Mayyit Indonesia ( BMI ) agar kegiatan seperti ini terus berkembang,” ujarnya.

 

Ia juga berharap pelatihan bilal mayyit dapat menjangkau daerah lain, termasuk wilayah Deli Serdang, agar semakin banyak masyarakat yang memahami ilmu fardhu kifayah.

 

Suri Melani mengucapkan terima kasih kepada abang Warataan Yang Sudah Mewawancarai kami kami. Mudah – mudahan melalui pemberitaan ini, Harapan kami / Masyarakat dapat sampai kepada bapak Walikota Medan. Agar pelatihan Bilal Mayyit seperti ini agar dapat perhatian dan dukungan. ” Ucap Suri “.

 

Warga Minta Pelatihan Diperluas.

 

 

Peserta lainnya, Haisul Amri, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada BMI yang telah memberikan pelatihan kepada masyarakat.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada BMI karena banyak ilmu yang kami dapatkan dari pelatihan ini. Harapan kami kegiatan seperti ini jangan hanya sampai di tempat kecamatan saja, tetapi juga dilakukan di daerah-daerah lain,” ujarnya.

 

Ia juga berharap Pemerintah Kota Medan, khususnya Wali Kota Medan Rico Waas, dapat memberikan dukungan moral maupun fasilitas agar kegiatan pelatihan ini terus berjalan.

Menurutnya, pelatihan bilal mayyit seperti ini sangat bermanfaat dan jarang dilakukan secara terbuka kepada masyarakat. Bahkan setiap pelatihan dapat diikuti lebih dari seratus peserta.

 

“Kami melihat para pemuda BMI ini dengan semangat mengadakan pelatihan bahkan menggunakan biaya sendiri untuk membeli peralatan dan mengundang masyarakat. Karena itu kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian agar kegiatan positif seperti ini terus berkembang,” tutupnya.

 

Ia juga menambahkan ucapan terima kasih kepada para wartawan yang telah mewawancarai para peserta dalam kegiatan tersebut. Ia berharap melalui pemberitaan yang disampaikan oleh awak media, harapan masyarakat dapat sampai kepada Wali Kota Medan.

 

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para wartawan yang telah mewawancarai kami. Mudah-mudahan melalui pemberitaan ini harapan masyarakat dapat sampai kepada Bapak Wali Kota Medan agar kegiatan pelatihan Bilal Mayyit seperti ini terus mendapat perhatian dan dukungan,” pungkasnya.

 

( Afnil Tanjung )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->