heigth 250>
Berita  

Dikejar Belasan Anggota OKP Bersajam, Keluarga Korban Alami Trauma Mendalam

 

Dikejar Belasan Anggota OKP Bersajam, Keluarga Korban Alami Trauma Mendalam.

 

 

Langkat- Nusantara.Com EXPOS

 

Insiden pengancaman yang diduga dilakukan oleh belasan anggota organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) terhadap M. Erwin Peranginangin (22) pada 25 Februari 2026 lalu masih menyisakan trauma mendalam bagi keluarganya. Jum’at : ( 6/3/2026 ).

 

 

Ketakutan Masih Dirasakan Keluarga.

 

 

Erwin mengungkapkan kepada Inti Post bahwa hingga kini istri dan anaknya masih diliputi rasa takut sejak kejadian tersebut. Mereka bahkan mudah panik ketika mendengar suara keramaian di sekitar rumah.

 

“Istri dan anak saya sampai sekarang masih ketakutan kalau melihat keramaian. Kalau ada orang berlari sambil teriak-teriak, mereka langsung masuk ke dalam rumah karena takut,” ujar Erwin kepada Inti Post, Jumat (6/3/2026).

 

 

Trauma Pascakejadian.

 

 

Menurut Erwin, kejadian yang dialaminya tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis keluarganya. Ia menyebutkan bahwa kondisi tersebut mengarah pada gangguan stres pascatrauma yang membutuhkan perhatian serius.

 

Ia menjelaskan bahwa korban trauma membutuhkan pendampingan yang tepat agar dapat kembali menjalani kehidupan normal seperti sebelum peristiwa tersebut terjadi.

 

 

Pendampingan Harus Tepat.

 

 

Erwin menambahkan bahwa proses pemulihan trauma tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, diperlukan pendekatan yang tepat baik secara medis maupun psikologis agar korban tidak mengalami tekanan baru selama proses penyembuhan.

 

“Pendampingan harus dilakukan dengan metode yang benar, sehingga korban yang menjalani terapi tidak merasa semakin tertekan,” jelasnya.

 

 

Kejadian di Halaman Masjid.

 

 

Peristiwa pengancaman tersebut terjadi saat Erwin sedang berada di halaman depan Masjid Afdeling V, Kecamatan Padang Tualang, pada 25 Februari 2026. Saat itu, ia mengaku didatangi dan dikejar oleh belasan orang yang membawa senjata tajam.

 

Peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang sangat membekas bagi dirinya dan keluarga, sehingga ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan rasa aman.

 

( W.Afnil Tanjung )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->