Pariaman|Nusantara Expos.Com – Puncak perayaan tradisi Hoyak Tabuik 2026 di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, berlangsung semarak pada Sabtu, 28 Juni 2026. Ribuan wisatawan lokal hingga mancanegara memadati bibir pantai untuk menyaksikan prosesi pelarungan tabuik, salah satu ikon budaya Minangkabau yang mendunia.
Namun, di balik kemeriahan dan hiruk pikuk kamera yang berjejer, terjadi insiden tak terduga di udara. Sejumlah tim dokumentasi _aerial photography_ mengalami kerugian setelah drone yang mereka operasikan diserang burung elang.
Kronologi: Dari Langit Cerah ke Drama di Udara
Berdasarkan laporan Asosiasi Fotografi Indonesia, insiden terjadi saat cuaca dalam kondisi cerah dan sinyal drone terpantau stabil. Tiba-tiba, beberapa ekor elang melintas rendah dan langsung menyambar drone yang tengah mengambil gambar prosesi dari ketinggian.
“Langit sore tadi menjadi saksi ‘serangan’ burung elang terhadap drone yang sedang meliput. Tercatat 3 unit drone menjadi sasaran: 2 di antaranya jatuh ke laut, dan 1 unit lainnya ‘dibawa kabur’ oleh sang elang menjauh dari kerumunan,” tulis @asosiasi.fotografiindonesia, Sabtu malam.
Salah satu pilot drone yang enggan disebutkan namanya menyebut serangan itu berlangsung sangat cepat. “Kami tidak sempat melakukan manuver menghindar. Dua unit langsung plung ke laut dan tidak bisa diselamatkan. Satu lagi dibawa terbang ke arah Bukit Marapalam dan hilang dari pandangan,” jelasnya di lokasi.
Ancaman Baru di Dunia Aerial Photography
Insiden ini menjadi catatan penting bagi komunitas drone di Indonesia. Selama ini, tantangan utama pilot drone adalah faktor teknis seperti angin kencang, hujan, baterai, dan gangguan sinyal GPS. Namun kejadian di Hoyak Tabuik 2026 membuktikan ada ancaman lain: satwa liar.
Pantai Gandoriah memang dikenal sebagai salah satu jalur migrasi dan habitat burung pemangsa. Diduga, drone yang melintas dianggap elang sebagai ancaman terhadap wilayah teritorialnya.
Asosiasi Fotografi Indonesia pun memberikan imbauan. “Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua, para penggiat aerial photography. Ternyata, ancaman di udara tak hanya datang dari angin kencang atau signal interference, tapi juga dari penguasa langit yang sesungguhnya. Tetap waspada dan selalu jaga situational awareness saat menerbangkan drone di wilayah terbuka, ya!”
Tetap Meriah Meski Ada Insiden
Meski kehilangan tiga unit drone, para pilot mengaku kejadian ini justru menjadi cerita paling unik dan berkesan selama meliput Hoyak Tabuik. “Rugi iya, tapi ini pengalaman yang nggak akan kami lupakan. Kalah sama elang Pariaman,” canda salah satu fotografer.
Secara keseluruhan, prosesi Hoyak Tabuik 2026 tetap berjalan lancar, aman, dan meriah hingga tabuik berhasil dilarung ke tengah laut disaksikan ribuan pasang mata.
( Efrizal )

heigth 250>











