Dokumentasi Ditresnarkoba polda sumut dalam pengerebekan Pos Ormas. AMPI di jalan kantil mutatuli tanggal 26/7/2025.
Nusanatara Expos.com
Medan – Pengungkapan Markas AMPI yang menjadi tempat Home Industri pil Esktasi .oleh tim Ditresnarkoba Polda sumut .jl. kantil mutatuli kelurahan Hamdan kec Medan Maimun menjadi tempat Home Industri pembuat Pil ekstasi .
Markas tersebut berdiri di kawasan pinggiran sungai selama enama bualan terakhir dan juga menjalankan usaha jual beli paket serta dan serta dorsemer.
Pos ormas tersebut sudah menjadi target operasi oleh pihak kepolisian di karenakan di curigai sebagai tempat pembuatan pil ekstasi sejak lama dalam proses penungkapan tersebut pihak kepolisian dari Ditresnarkoba polda sumut melakukan penyamaran sebagai pembeli memesan 1000 butir pil ekstasi kepada salah satu pengedar transaksi di lakukan di warkop kawasan jl samsudin begitu bandar datang dan masuk kedalam pos polisi langsung melakukan pengerebekan pada tanggal 26/7/2025.
Dir narkoba polda sumut Kombes pol.Calvijn simanjutak membenarkan pengungkapan tersebut pada saat pengungkap kasus pada tanggal 27/7/2025 di TKP langsung , Markas AMPI tersebut memiliki 3 ruangan.berbedan
Ruangan pertama petugas mendapatkan serbuk ekstasi dan menagkap 3 orang pelaku berinisial M dan FA dan tersangka SS yang disebut sebagai ketua AMPI tewas saat dilakukan pengankapan saat mencoba melarikan diri melompat kesungai
Diruangan kedua di temukan bahan baku pembuatan ekstasi antara lain perwarna makana,bahan pengeras empat butir pil paracetamol sebagai campuranya serta 2 butir mentamin mengandung sabu.dan ruangai ini berlangsung transaksi jual beli.
Jika ada pembeli SS memerintahkan FA mengambil uang dan barang lalu menyerakan kepada pembeli yang menungguh di luar “ujar calvinj
Diruang ketiga polisi menyita 94 butir pil ekstasi siap edar berlogo bintang alat perss yang di modifikasi,perss paku berlogo bintang,martil,kikir,wajan dan piring ketiga tersangka memiliki peran masing-masing.
Ss sebagai otak produksi menyediakan bahan dan memerintah M dan FA bertugas mencari cairan sisa sabu untuk campuran.
Kemudia FA membantu proses pencetakan dan pencampuran bahan dari bisnis ini sindikat mendapatkan 90 ribu perbutir sementara M dan FA hanya menerima 3 ribu perbutir
Soal harga jual akan kami dalami”pungkas Calvijn
Kasus ini masih di tangani ditnarkoba polda sumut untuk pengembang lebih lanjut.

heigth 250>












