heigth 250>
Berita  

PERANGI STUNTING 10,5 PERSEN, PEMKAB PASBAR RESMIKAN DAPUR MBG BANDEREJO LAYANI 1.048 SISWA

Pasaman, http://NusantaraExpos.Id Senin, 27 April 2026 Pemkab Pasaman Barat meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Cahaya Langowan Nusantara di Nagari Lingkuang Aua Bandarejo, Kecamatan Pasaman, Senin (27/4/2026). Langkah ini jadi intervensi konkret pemenuhan gizi sekaligus percepatan penanganan stunting.

Peresmian dilakukan Bupati Pasaman Barat Yulianto yang diwakili Asisten III Setdakab Pasbar, Harlina Syahputri. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Pasbar Supriono, Kadis Pendidikan Imter Pedri, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasbar Ana Rizqi Toyyibah, serta pemangku kepentingan terkait.

Jawab Tingginya Stunting di Pasaman Harlina Syahputri menyebut Program MBG sangat relevan dengan kondisi Pasaman Barat. Data Februari 2026 mencatat angka stunting di Pasbar masih 10,5 persen. Dari 2.675 baduta berisiko stunting, sebanyak 548 baduta berada di Kecamatan Pasaman.

“Program ini penting sebagai intervensi nyata. MBG bukan sekadar mengenyangkan, tapi memastikan anak-anak dapat asupan gizi untuk tumbuh kembang dan masa depan mereka,” tegas Harlina.

Menurutnya, kesibukan orang tua kerap jadi tantangan pemenuhan gizi anak di rumah. Dengan MBG, kebutuhan gizi anak di sekolah lebih terjamin. Ia meminta pengelola dapur memastikan penyaluran tepat sasaran, terutama anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta berisiko stunting.

“Stunting bukan hanya soal tinggi dan berat badan, tapi menyangkut kualitas generasi. Dapur MBG harus kolaborasi dengan Dinkes serta DPPKBP3A dalam pendataan dan intervensi kelompok rentan,” tambahnya.

Dukung Program Prioritas Nasional Mitra SPPG, Boni Saputra, menjelaskan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang dikelola Badan Gizi Nasional RI.

Dapur SPPG Lingkuang Aua Bandarejo di bawah Yayasan Cahaya Langowan Nusantara ditargetkan melayani 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat, meliputi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Melalui dapur ini kami berkomitmen menyediakan makanan yang bersih, aman, bergizi, sesuai standar, sekaligus mengutamakan bahan pangan lokal untuk mendukung ekonomi masyarakat,” kata Boni.

Ia menegaskan pihaknya terbuka terhadap pengawasan agar pengelolaan program berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

Tahap Awal Layani 1.048 Siswa Kepala SPPG Lingkuang Aua Bandarejo, Adji Dwi Mahesa, merinci tahap awal operasional dapur MBG melayani 1.048 siswa. Rinciannya: 290 siswa MAN 5 Pasaman, 707 siswa SDN 07 Pasaman, dan 51 siswa TK Marsita.

Adji berharap dukungan Pemda dan masyarakat terus menguat agar program mampu meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan ibu hamil, serta menekan angka stunting di wilayah Bandarejo.

Ia juga meminta dukungan Dinas Koperasi dan UMKM terkait informasi harga pangan berkala untuk mendukung pengelolaan belanja dapur yang efektif dan sesuai harga pasar.

(Eprizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->