
Tangerang, Nusantara expos.com -Pasar Anyar Tangerang kini memiliki wajah baru dalam pengelolaan limbah. Melalui kolaborasi antara Unit Pengelola Pasar Anyar dengan Rumah Edukasi OC, sampah organik yang selama ini menjadi kendala kini disulap menjadi pakan ternak tinggi protein melalui budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan teknik khusus.
Langkah inovatif ini, tidak hanya berhasil menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menjadi solusi nyata bagi para peternak di Kota Tangerang yang kerap kesulitan menghadapi tingginya harga pakan.
Pengelola Rumah Edukasi OC Hok Tjuan Wula Djana menjelaskan, metode ini lahir dari evaluasi pengelolaan sampah konvensional. Jika pengomposan membutuhkan waktu minimal 45 hari, budi daya maggot dengan teknik ring mampu menuntaskan sampah organik dalam waktu singkat tanpa menimbulkan bau menyengat atau lendir yang menjijikkan.
“Kami menggunakan maggot teknik ring. Sampah yang masuk, seperti sisa makanan atau sayuran, diberikan sore hari dan pagi harinya sudah tuntas dimakan. Saat ini kami memiliki 30 unit dengan skala tujuh kg per ember, dan dalam waktu dekat akan ditambah 60 unit lagi,” pungkasnya.
Ia menerangkan, satu kilogram maggot mampu mengonsumsi tiga hingga empat kilogram sampah organik per hari. Dengan pengembangan unit yang ada, Rumah Edukasi OC menargetkan, mampu mengolah hingga 300 kilogram sampah organik setiap harinya.
Selain menyelesaikan masalah lingkungan, hasil panen maggot ini diolah menjadi pakan ternak ikan, unggas hingga udang. Berdasarkan hasil pengujian, kandungan protein yang dihasilkan sangat luar biasa, mencapai 58,6%.
“Kami mengajak para peternak di Tangerang untuk datang ke Pasar Anyar. Kami mampu menyediakan pakan berkualitas dengan harga hampir separuh dari harga komersial,” tambahnya.
Di tempat sama, Kepala Unit Pasar Anyar Achmad Junaidi menyatakan, kehadiran inovasi ini membawa dampak signifikan bagi kebersihan pasar. Jika sebelumnya Pasar Anyar menghasilkan lima hingga enam kontainer sampah (sekitar 20-24 ton) per hari, kini jumlah sampah yang dibuang hanya tersisa dua kontainer atau sekitar delapan ton saja.
“Dampaknya luar biasa. Selain sampah organik yang diolah menjadi maggot, kami juga mengelola sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan botol. Hasil penjualannya digunakan untuk tambahan kesejahteraan petugas kebersihan pasar,” jelas Junaidi.
“Ke depannya, area atas pasar ini tidak hanya jadi tempat olah sampah, tapi jadi pusat edukasi pertanian. Kita akan bangun urban farming di sini. Kita tunjukkan bahwa dari sumber masalah (sampah), kita bisa hasilkan berkah sekaligus ketahanan pangan,” harapnya.
Bagi masyarakat, pelajar atau peternak yang ingin belajar langsung mengenai sistem pengolahan sampah ini, dapat mengunjungi Rumah Edukasi OC Unit Pengolahan Sampah Pasar Anyar di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang atau melalui WhatsApp ke 0877-8407-4500
Bang Echo

heigth 250>












