heigth 250>
Berita  

Timbulan Sampah Jatim Capai 5,5 Juta Ton, DLH Dorong Pengolahan Jadi Energi Selasa

 

Timbulan Sampah Jatim Capai 5,5 Juta Ton, DLH Dorong Pengolahan Jadi Energi
Selasa

Nusantaraexpos.com
surabaya- Timbulan sampah di Jawa Timur mencapai 5.519.044,42 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.759.451,75 ton atau 49,99 persen telah berhasil dikelola, sedangkan 2.759.592,67 ton atau 50,01 persen masih belum terkelola per 10 Agustus 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Jawa Timur masih menghadapi tantangan besar. Sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga, dengan komposisi dominan berupa sisa makanan dan plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur Nurkholis mengatakan, kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah dari tingkat hulu menjadi sangat penting. Masyarakat perlu didorong melakukan pemilahan sejak dari sumber sebelum sampah masuk ke sistem pengangkutan maupun tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Data timbulan sampah di Jawa Timur sudah 5,5 juta ton lebih. Yang terkelola sekitar 2,7 juta ton atau hampir 50 persen. Karena itu, pengelolaan dari hulu menjadi sangat penting,” kata Nurkholis saat mengunjungi kantor Redaksi SKH Memorandum di Ketintang, Kota Surabaya.

Untuk memperkuat pengelolaan dari sumber, Jawa Timur saat ini memiliki 7.259 Bank Sampah Unit (BSU) dan 53 Bank Sampah Induk (BSI). Selain itu, terdapat 686 unit PDU, TPS3R dan TPST non-TPA, 230 rumah kompos, serta 62 TPA yang menjadi bagian dari infrastruktur pengelolaan sampah di Jawa Timur.

Menurut Nurkholis, keberadaan bank sampah menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang masih memiliki manfaat.

Ia mencontohkan Kota Surabaya yang dinilai telah mengembangkan pengelolaan sampah dari tingkat hulu melalui keterlibatan masyarakat.

“Surabaya sudah cukup bagus. Dari hulunya sudah mulai dilakukan pemilahan, sehingga sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan,” ujarnya.

Selain penguatan bank sampah, DLH Jatim juga mendorong Program Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari (Berseri). Program ini diarahkan untuk memberdayakan masyarakat dan pemerintah desa agar mampu mengembangkan potensi wilayah sekaligus membangun perilaku dan budaya ramah lingkungan.

Program Berseri tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga mendorong penguatan kelembagaan masyarakat, pengembangan bank sampah, serta berbagai inovasi pengelolaan lingkungan di tingkat lokal.

YOK/NING

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keranĀ  melanggar hukum