heigth 250>
Berita  

Sinergi Demi Negeri: TNI AD dan TNI AL Emban Mandat Strategis Kawal Swasembada Jagung dan Kedelai

Jakarta, Nusantara Expos.Com — 20 Mei 2026 Marwah Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai garda terdepan bangsa kembali ditegaskan tidak hanya dalam menjaga kedaulatan, tetapi juga dalam mengamankan ketahanan pangan nasional. Pemerintah resmi memberikan tugas strategis kepada TNI untuk terlibat langsung dalam percepatan swasembada pangan di tengah ancaman krisis global.

Dalam amanah besar ini, TNI Angkatan Darat (AD) ditunjuk sebagai penggerak utama optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas pertanian jagung. Prajurit-prajurit Sapta Marga akan turun langsung mendampingi petani, membuka lahan tidur, hingga menerapkan teknologi pertanian modern di sentra-sentra produksi jagung.

Sementara itu, TNI Angkatan Laut (AL) mendapat kepercayaan khusus untuk mengawal penguatan dan perluasan produksi komoditas kedelai. Dengan wilayah kerja yang dekat dengan pesisir dan pulau-pulau terluar, prajurit Jalasena diamanahkan menjangkau daerah-daerah potensial untuk budidaya kedelai, termasuk pemanfaatan lahan di sekitar pangkalan TNI AL.

Wujud Dharma Bhakti TNI untuk Rakyat

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Dharma Bhakti TNI tidak terbatas pada ranah pertahanan. Prajurit TNI hadir di tengah rakyat, memastikan dapur negara tetap mengepul. Pemanfaatan aset lahan cadangan milik TNI, kedisiplinan personel, serta kemampuan manajerial dan teritorial menjadi modal kuat untuk mengakselerasi ketersediaan pangan pokok.

“TNI lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Ketika rakyat kuat, negara juga kuat. Ini adalah panggilan tugas yang harus kami laksanakan dengan penuh kehormatan,” tegas salah satu sumber di lingkungan Mabes TNI.

Tekan Impor, Jaga Kedaulatan Pangan

Selama ini, Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan jagung pakan dan kedelai. Dengan keterlibatan TNI AD dan TNI AL, pemerintah menargetkan peningkatan produksi signifikan dalam 2 tahun ke depan.

Program ini tidak berjalan sendiri. TNI akan bersinergi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, kelompok tani, hingga akademisi. Para prajurit tidak hanya membantu fisik di lapangan, tetapi juga menjadi motor penggerak pendampingan, transfer teknologi, dan memastikan distribusi sarana produksi tepat sasaran.

Di banyak wilayah, personel TNI AD sudah mulai memetakan lahan potensial dan membentuk Satgas Ketahanan Pangan. Di sisi lain, TNI AL menyiapkan program serupa di lahan-lahan pesisir dan pulau terluar yang cocok untuk kedelai.

Menjaga Marwah, Mengawal Perut Rakyat

Penugasan ini sekaligus mengangkat marwah TNI sebagai institusi yang adaptif dan selalu hadir dalam setiap denyut nadi permasalahan bangsa. Dari menjaga perbatasan hingga menjaga ketersediaan pangan di meja makan rakyat, jiwa korsa dan semangat pantang menyerah prajurit TNI menjadi jaminan.

Diharapkan, kolaborasi strategis ini mampu mewujudkan kemandirian pangan, mengurangi ketergantungan impor, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen. Ketika TNI turun tangan, rakyat bisa tenang. Karena menjaga pangan berarti menjaga kedaulatan

(Deni Irawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum