heigth 250>
Berita  

Pria Paruh Baya Hilang Diterkam Buaya Saat Mencari Lokan di Batang Paparian

Pasaman Barat|Nusantara Expost.Com — Selasa, 19 Mei 2026 Suasana mencekam menyelimuti warga Kenagarian Air Jernih, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. Seorang pria lanjut usia bernama Darwin (61), warga Jorong Aek Sompik, dilaporkan hilang setelah diterkam buaya liar saat mencari lokan di Sungai Batang Paparian, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa tragis itu terjadi saat korban bersama beberapa warga lainnya sedang mencari kerang atau lokan di tepian sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Lokasi kejadian diketahui merupakan aliran sungai yang cukup dalam dan menjadi salah satu habitat buaya muara di Pasaman Barat.

Kronologi: Diserang di Depan Mata Warga

Menurut keterangan salah seorang saksi, Rudi (45), warga yang ikut mencari lokan, buaya muncul secara tiba-tiba dari dalam air. “Airnya tenang, tiba-tiba ada deburan kencang. Tahu-tahu buayanya sudah nerjang Pak Darwin. Kami semua teriak dan panik,” ujar Rudi dengan suara bergetar.

Warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha menolong dengan berteriak dan melemparkan benda-benda ke arah buaya. Namun, korban dengan cepat diseret ke tengah sungai dan menghilang di antara arus.

“Sempat kelihatan tangannya, tapi arusnya deras. Buayanya besar sekali,” tambah saksi lain.

Pencarian Masih Berlangsung

Hingga Selasa malam pukul 20.00 WIB, korban belum ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Pasaman Barat, Polsek Sungai Beremas, TNI, pemerintah nagari, dan puluhan warga masih melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran Sungai Batang Paparian.

Pencarian dilakukan dengan menyisir sungai menggunakan perahu dan berjalan kaki di tepi sungai. Tim juga memasang jaring di beberapa titik untuk mempersempit ruang gerak buaya.

Camat Koto Balingka yang turun langsung ke lokasi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKSDA Sumbar untuk penanganan lebih lanjut. “Kita fokus cari korban dulu. Warga kami minta jangan mendekat ke sungai malam ini demi keselamatan,” ujarnya.

Imbauan: Sungai Pasbar Masuk Zona Merah Buaya

Peristiwa ini bukan yang pertama di Pasaman Barat. Sungai Batang Paparian, Batang Batahan, dan beberapa aliran sungai lain di Pasbar memang dikenal sebagai habitat buaya muara.

BPBD Pasaman Barat mengimbau warga agar:

1. Tidak beraktivitas sendirian di sungai, terutama sore hingga malam hari.

2. Hindari mencari lokan atau memancing di lokasi yang dalam dan banyak semak.

3. Waspada saat musim hujan, karena debit air naik dan jarak pandang buaya ke darat makin dekat.

4. Segera lapor ke Wali Nagari atau BPBD jika melihat buaya berukuran besar.

Kepala BPBD Pasbar menegaskan akan memasang papan peringatan di titik rawan dan meminta BKSDA melakukan mitigasi konflik manusia dengan satwa liar. “Ini tragedi yang harus jadi pelajaran. Keselamatan warga nomor satu,” tegasnya.

Pihak keluarga korban saat ini masih syok dan berkumpul di rumah duka menanti kabar pencarian. Warga Aek Sompik menggelar doa bersama agar Darwin segera ditemukan.

(Rezki indah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum