Pasaman Barat|Nusantara Expos.Com — Rabu, 20 Mei 2026 Daya tarik wisata Pasaman Barat kembali mencuri perhatian dunia internasional. Usai agenda riset di Paraman Ampalu, rombongan Guru Besar dari Peking University, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok menyempatkan diri mengunjungi Wisata Niswan Aidil atau yang akrab disebut “Mambe”, Rabu (21/5/2026).
Kunjungan ke destinasi wisata alam unggulan di Kecamatan Gunung Tuleh ini menjadi bukti bahwa potensi wisata Pasaman Barat layak masuk dalam peta tujuan turis mancanegara, khususnya dari Tiongkok.
Terpukau Keindahan Alam “Mambe”
Setibanya di lokasi, rombongan akademisi asal Beijing itu langsung disambut udara sejuk, aliran sungai jernih, serta hamparan perbukitan hijau khas Mambe. Suasana asri dan kearifan lokal yang masih terjaga membuat para tamu dari Negeri Tirai Bambu itu terpukau.
“Kami sangat terkesan. Pemandangannya indah, udaranya bersih, dan masyarakatnya ramah. Ini pengalaman yang tidak kami temukan di kota besar,” ungkap salah satu Guru Besar Peking University melalui penerjemah.
Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di Ade Rizky Resto, Jalan Paraman Ampalu, Tanjung Durian. Sambil menikmati kuliner khas Pasbar, rombongan berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan pemuda setempat terkait potensi pengembangan wisata berbasis riset dan budaya.
Peluang Promosi Wisata ke Tiongkok
Kunjungan ini membuka peluang besar bagi Pasaman Barat untuk mempromosikan Wisata Niswan Aidil “Mambe” ke pasar wisatawan Tiongkok. Dengan jaringan akademik Peking University, informasi tentang keindahan Mambe berpotensi tersebar luas di Beijing dan kota-kota besar lainnya.
Tokoh masyarakat Gunung Tuleh menyambut baik hal tersebut. “Ini pintu masuk. Kalau akademisi sekelas Peking University saja tertarik, bukan tidak mungkin turis dari Beijing akan datang berbondong-bondong. Tugas kita sekarang siapkan fasilitas dan SDM,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Gunung Tuleh berharap kunjungan ini menjadi pemicu percepatan pengembangan infrastruktur wisata, homestay, dan ekonomi kreatif di sekitar Mambe. Sinergi antara riset internasional dan promosi wisata diyakini mampu mengangkat marwah Pasaman Barat di mata dunia.
(Efrizal)

heigth 250>











