“VIRAL” DUGAAN PUNGLI RATUSAN JUTA DI BUAY PEMUKA PELIUNG: Camat & Kasih PMD Diduga Pungut Seluruh 13 Kades — Saat Dikonfirmasi: “Sedang Dinas Luar”
OKU TIMUR — Nusantara Expos.Com
Sorotan panas kini membakar Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur. Berdasarkan laporan gabungan sejumlah Kepala Desa, terjadi pungutan liar terstruktur dan menyeluruh yang menimpa seluruh kepala desa di 13 desa se-kecamatan. Yang diduga melakukan pungutan: Camat Andrian Helmi S.K.M,M.M bersama Kasih PMD Kecamatan.
Saat awak media datang ke kantor kecamatan untuk konfirmasi, Rabu (29/9/2026), seorang pegawai menjawab singkat: “Pak Camat tidak ada di tempat, sedang dinas luar.”
RINCIAN ANGKA YANG MENYAKITKAN
Tahun 2026
– Camat: Rp17 juta per Kades × 13 desa = Rp221.000.000
– Kasih PMD: Rp1 juta per Kades × 13 desa = Rp13.000.000
Tahun 2024–2025
– Camat — Tahap I: Rp8 juta per Kades
– Camat — Tahap II: Rp6 juta per Kades
– Kasih PMD: Rp2 juta per Kades
Total diduga ratusan juta rupiah — dipungut bertahap, berulang, dan menyasar semua Kades di kecamatan ini. Bukan insiden, melainkan pola yang berjalan lebih dari 2 tahun.
BUKAN KEBETULAN — INI POLA SISTEMATIS
Paling mengkhawatirkan:
– Seluruh 13 desa terkena pungutan — bukan satu-dua orang
– Terjadi sejak 2024 → 2025 → masih berlanjut 2026
– Dilakukan oleh pejabat yang seharusnya membina & mengawasi desa
– Tidak ada kejelasan dasar hukum maupun bukti pencatatan resmi
PERTANYAAN YANG HARUS DIJAWAB:
– Aturan apa yang dipakai untuk memungut uang ini?
– Ke mana uang tersebut disetorkan — kas negara atau kantong pribadi?
– Mengapa lebih dari 2 tahun tidak ada pengawasan yang berfungsi?
– “Dinas luar” — apakah saat dihubungi, atau memang kebiasaan saat ada yang bertanya?
WARGA & KADES TUNTUT:
1. Inspektorat OKU Timur segera turun periksa dokumen & saksi
2. Polisi / Kejaksaan telusuri aliran dana, proses jika ada pidana
3. Pemkab OKU Timur hentikan pungutan apa pun yang tidak sah
4. Camat Andrian Helmi S.K.M,M.M & Kasih PMD jelaskan secara terbuka: ke mana uang itu pergi?
“Kami tidak bisa diam lagi. Dana desa untuk warga, bukan untuk disedot,” ujar salah satu Kades pelapor dengan nada gemetar.
Hingga berita diturunkan, pihak Camat dan Kasih PMD belum memberikan penjelasan apa pun. Ruang klarifikasi tetap dibuka.
Reporter: DONY S.H
Wartawan Nasional
Nusantara Expos.Com

heigth 250>












