heigth 250>
Berita  

STOP KRIMINALISASI WARTAWAN! Bongkar Beras Hilang, Wartawan FR Justru Disangkut — Uang Rp10 Juta Ditaruh di Meja, Langsung Digerebek! ADA APA DI DESA WAY HALOM?

 

STOP KRIMINALISASI WARTAWAN! Bongkar Beras Hilang, Wartawan FR Justru Disangkut — Uang Rp10 Juta Ditaruh di Meja, Langsung Digerebek! ADA APA DI DESA WAY HALOM?

OKU TIMUR — Nusantara Expos.Com
Sorotan tajam kini mengarah ke Desa Way Halom, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur. Warga mulai membuka suara soal dugaan ketidakberesan pembagian bantuan beras — namun alih-alih diperiksa, yang justru tersangkut adalah wartawan yang mengangkat isu tersebut, FR. Uang Rp10 juta muncul tiba-tiba di kediamannya, lalu polisi datang menangkap. Pertanyaan publik: siapa yang sebenarnya ingin ditutupi?

BERAS HILANG 10 KG & PUNGUTAN Rp20.000 — SUDAH MENGGEMA

Sebelum perkara FR mencuat, warga sudah melaporkan ketidakwajaran pembagian bantuan:

– Seharusnya menerima 30 kg beras, warga hanya dapat 20 kg — selisih 10 kg per kepala keluarga
​
– Saat pembagian undangan, diduga dipungut Rp20.000 per orang tanpa kuitansi, tanpa dasar hukum
​
– Data penerima, berita acara, dokumen penyaluran — belum ada yang ditunjukkan secara terbuka

Warga berharap ada klarifikasi. Yang datang justru penangkapan wartawan.

VERSI KELUARGA FR: UANG DIBAWAKAN ORANG DESA, DILETAKKAN DI MEJA — BELUM DIHITUNG SUDAH DIGEREBEK!

Kronologi yang disampaikan keluarga FR sangat berbeda dengan narasi yang beredar sejauh ini:

– Dua orang perangkat desa datang ke rumah FR, membawa uang Rp10 juta
​
– Uang diletakkan di atas meja, FR diminta menghitung
​
– Belum sempat dihitung, aparat kepolisian sudah masuk dan mengamankan FR
​
– Tidak ada permintaan, tidak ada negosiasi, tidak ada kesepakatan — uang justru dibawa pihak desa sendiri

Keluarga mempertanyakan: siapa yang memberi tahu polisi tepat saat uang baru ditaruh di meja? Apakah ini jebakan yang direncanakan?

PERTANYAAN YANG TIDAK BOLEH DIABAIKAN:

– Berapa kg beras yang diterima warga? Ke mana selisihnya?
​
– Siapa yang memungut Rp20.000 per kepala — ke mana uang itu disetorkan?
​
– Benarkah ada penawaran uang kepada media agar isu ini dihentikan?
​
– Jika FR benar meminta uang — mengapa tidak ditangkap saat menyerahkan, tapi saat baru ditaruh di meja?
​
– Apakah kriminalisasi wartawan ini cara menutup mulut agar soal beras hilang tidak ditelusuri lebih jauh?
​
– Siapa yang mengatur skenario ini? Perangkat desa? Pihak lain?

TEGAS: ISU BERAS TETAP HARUS DIPERIKSA — TIDAK BOLEH TENGGELAM!

Perkara FR harus diuji di pengadilan dengan bukti sah. Namun dugaan penyimpangan bantuan beras tidak boleh hilang hanya karena wartawannya ditangkap. Masyarakat berhak tahu:

Inspektorat OKU Timur turun periksa dokumen & jumlah beras yang masuk vs yang dibagikan

Kepolisian telusuri siapa yang membawa Rp10 juta ke rumah FR, siapa yang memberi informasi, apakah ada rekayasa

Pemerintah Desa Way Halom tunjukkan daftar penerima, berita acara, dan jumlah beras yang diterima secara terbuka

Dinas Sosial / PMD jelaskan: berapa kg per keluarga, bolehkah pungut biaya undangan?

“Bungkam wartawan tidak menyelesaikan masalah. Yang hilang 10 kg beras per keluarga, bukan FR. Jika bersih, tunjukkan bukti. Jika tidak — kembalikan hak warga, jangan korbankan orang yang bertanya.”

RUANG INVESTIGASI TETAP TERBUKA

Nusantara Expos.Com akan terus menelusuri kronologi lengkap, dokumen penyaluran, keterangan warga, perangkat desa, hingga pihak kepolisian. Kebenaran tidak bisa ditunda, tidak bisa dibungkam.

Reporter: DONY S.H
Wartawan Nasional
Nusantara Expos.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum