“VIRAL” APA ADA KETERLIBATAN KADISDIK YOSI ZARTINI & KABID SAPRAS ASMAWI? PUBLIK DESAK TIPIKOR Polda Sumsel PERIKSA — OTT 28 Kepsek & 2 PPPK Banyuasin Masih Tunggu Jawaban!
PALEMBANG / BANYUASIN — Nusantara Expos.Com
Gema pertanyaan kian menguat di tengah masyarakat: Apakah Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Dra. Hj. Yosi Zartini, M.M.serta Kepala Bidang Sarana Prasarana Asmawi terlibat langsung dalam jaringan pemerasan yang menjerat 28 Kepala Sekolah dan 2 PPPK? Sejak Operasi Tangkap Tangan (OTT) digelar di Hotel Duta Palembang, Kamis 17 September 2026 pukul 12.20 WIB, sosok pimpinan tertinggi justru belum tersentuh — sementara pelaksana di lapangan diamankan. Publik mendesak: telusuri ke atas, jangan berhenti di pelaku bawah!
FAKTA YANG TIDAK BISA DIABAIKAN:
– Kamis, 17/9/2026 · 12.20 WIB — 28 Kepala Sekolah & 2 PPPK Disdikbud Banyuasin diamankan Polda Sumsel di Hotel Duta Palembang
– Kasus: Dugaan pemerasan & penggelapan Dana Revitalisasi Satuan Pendidikan APBN TA 2026
– Hingga kini: belum ada kejelasan apakah Kadisdikbud & Kabid Sapras ikut diperiksa
– Sejak perkara mencuat: Sekdin melarang wartawan meliput, Kabid Sapras menolak dijumpai — semakin memunculkan tanda tanya
PERTANYAAN TEGAS YANG MENUNGGU JAWABAN:
– Apakah Kadisdikbud Dra. Hj. Yosi Zartini, M.M. mengetahui adanya pungutan dari awal?
– Apakah Kabid Sapras Asmawi ikut menetapkan besaran pungutan yang dibebankan kepada kepala sekolah?
– Siapa yang memberi arahan agar dana dipotong sebelum sampai ke sekolah?
– Mengapa pimpinan dinas menutup akses informasi justru saat kasus sedang ditangani?
– Jika hanya pelaksana lapangan yang dijadikan tersangka — siapa yang melindungi pemberi perintah?
MASYARAKAT TEGAS: JANGAN HANYA TANGKAP BAWAHAN!
Publik tidak butuh pengganti, publik butuh kebenaran:
– Jika Kadisdik & Kabid Sapras bersih — panggil dan periksa, tunjukkan bukti bahwa mereka tidak terlibat
– Jika terbukti terlibat — proses hukum tanpa pandang pangkat, jabatan bukan tameng
– Jika tidak tahu — itu pun kelalaian berat, karena pengawasan anggaran adalah tugas utama pimpinan
– Jangan biarkan kasus ini berakhir hanya dengan kepala sekolah yang menanggung beban sendirian
SEJAUH MANA PENYELIDIKAN TIPIKOR Polda Sumsel?
Masyarakat menantikan kejelasan dari Ditreskrimsus Tipikor Polda Sumsel:
– Apakah sudah memanggil Kadisdikbud Yosi Zartini & Kabid Sapras Asmawi?
– Apakah aliran dana sudah ditelusuri sampai ke kantor dinas?
– Kapan perkembangan resmi disampaikan kepada publik?
– Apakah ada hambatan atau pertimbangan tertentu sehingga pimpinan belum dipanggil?
“Uang rakyat tidak boleh dijadikan milik siapa pun. Jika ada yang memerintah, ia juga harus bertanggung jawab. Jangan biarkan yang di atas tetap tenang sementara yang di bawah menanggung semuanya.”
TUNTUTAN TEGAS:
1. Tipikor Polda Sumsel — segera panggil & periksa Kadisdikbud Yosi Zartini serta Kabid Sapras Asmawi. Jelaskan keterlibatan atau ketidakterlibatan mereka secara terbuka.
2. Ungkap aliran dana lengkap — dari APBN sampai ke sekolah, siapa yang memotong, siapa yang menyetujui, siapa yang menerima.
3. Beri pembaruan berkala — publik berhak tahu, bukan dalam kegelapan.
4. Inspektorat Banyuasin — periksa kelalaian atau keterlibatan pejabat dinas secara mandiri.
Kebenaran tidak boleh ditunda. Akuntabilitas tidak boleh memilih sasaran.
Reporter: DONY S.H
Wartawan Nasional
Nusantar,a Expos.Com

heigth 250>










