heigth 250>
Berita  

VIRAL” TANPA ANGIN TANPA HUJAN” — KADES REJOSARI SRIYONO MENGAMUK SAAT DUA MEDIA PROVINSI HANYA SILATURAHMI!

 

“VIRAL” TANPA ANGIN TANPA HUJAN” — KADES REJOSARI SRIYONO MENGAMUK SAAT DUA MEDIA PROVINSI HANYA SILATURAHMI! Pelecehan Terhadap Pers, Diminta Minta Maaf Secara Publik

OKU TIMUR — Nusantara Expos.Com

Kedatangan dua awak media dari Provinsi Sumatera Selatan yang semata-mata bertujuan silaturahmi ke Diamannya Desa Rejosari, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, justru disambut kemarahan tak beralasan oleh Kepala Desa setempat, Sriyono.

Tanpa sebab, tanpa pertanyaan, tanpa ada peringatan sebelumnya Kades Sriyono tiba-tiba meledak marah saat tim media baru saja datang. Padahal tidak ada pertanyaan tajam, tidak ada tuntutan, tidak ada tuduhan. Kedatangan murni silaturahmi.

APA YANG DITAKUTI?

“Apakah kehadiran kami mengganggu? Apakah kami memeras? Apakah kami mencari kesalahan? Padahal kami hanya datang berkunjung,” ujar salah satu awak media.

Perilaku arogan ini dinilai tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin desa. Sikap meledak-ledak tanpa alasan jelas justru memunculkan pertanyaan besar di benak publik: Ada apa sebenarnya? Mengapa ketakutan menyambut tamu yang datang dengan niat baik?

INI PELECEHAN TERHADAP PERS MELANGGAR UU

Perlakuan buruk ini merupakan bentuk pelecehan dan penginaan terhadap fungsi pers, yang bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Awak media berhak melakukan liputan, silaturahmi, dan mengawasi jalannya pemerintahan tanpa diancam, dimarahi, atau diusir secara kasar.

Jika seorang Kades saja sudah tidak bisa menyambut kedatangan tamu dengan sopan, bagaimana ia mengayomi warga? Sikap ini bukan sekadar kasar — ini menjadi teladan buruk bagi masyarakat yang dipimpinnya.

DIMINTA KLARIFIKASI & PERMOHONAN MAAF PUBLIK

Oleh karena itu, awak media meminta:

1. Kepala Desa Rejosari Sriyono memberikan penjelasan terbuka alasan kemarahan tanpa sebab tersebut
​
2. Camat Belitang Jaya beserta Dinas PMD Kabupaten OKU Timur segera menindaklanjuti, mengklarifikasi, dan meminta permohonan maaf secara publik atas perlakuan tidak pantas ini
​
3. Kades diminta meminta maaf secara terbuka kepada awak media dan masyarakat luas

Publik berhak tahu: mengapa pejabat publik justru menutup diri dan meledak marah saat disapa?

Silaturahmi bukan kejahatan. Kehadiran pers bukan ancaman. Yang harus dijelaskan justru: mengapa ada ketakutan berlebihan?

Reforter : DONY S.H

Wartawan Nasional

Media Nusantara Expos.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum