heigth 250>
Berita  

STOP ADU DOMBA! INI BUKTI SOLIDNYA POLRI & KEJAKSAAN DEMI KEADILAN RAKYAT

 

JAKARTA Nusantara expos.com
Tudingan adanya keretakan hubungan antara Polri dan Kejaksaan Agung akhirnya terjawab tuntas.

Senin, 13 Juli 2026, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, http://M.Si. didampingi jajaran Pejabat Utama Mabes Polri melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kejaksaan Agung. Kedatangan Korps Bhayangkara ini disambut langsung oleh Jaksa Agung Prof. Dr. ST Burhanuddin beserta para Jaksa Agung Muda di Gedung Utama Kejagung.

Kehadiran pimpinan tertinggi dua lembaga penegak hukum ini bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya informasi dan narasi yang mencoba membenturkan Polri dan Kejaksaan, pertemuan ini menjadi penegas bahwa sinergi keduanya tetap kokoh.

Bahas Penguatan Sistem Peradilan & UU Baru
Usai pertemuan tertutup selama hampir 2 jam, Kapolri menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi hasil diskusi.

“Kunjungan kami hari ini adalah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penegakan hukum. Tujuannya sangat jelas, untuk memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan yang merata kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Jenderal Sigit di depan awak media.

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan bahwa salah satu agenda utama adalah menyamakan persepsi terkait implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP yang baru, serta Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP yang sedang digodok.

“Kami juga membahas strategi penguatan sistem peradilan secara keseluruhan. Termasuk bagaimana sosialisasi KUHP dan KUHAP baru ini bisa berjalan masif dan dipahami oleh seluruh aparat penegak hukum serta masyarakat,” tambahnya.

Terobosan: Pendidikan Bersama Penyidik Polri & Jaksa
Yang menarik, dalam kesempatan tersebut Kapolri membeberkan sebuah terobosan baru yang akan segera diwujudkan. Polri dan Kejaksaan Agung sepakat untuk menggelar program pendidikan bersama, khususnya bagi para penyidik.

“Ini penting. Agar pola pikir, pola sikap, dan cara bertindak kita di lapangan bisa satu frekuensi. Tujuannya agar setiap langkah koordinasi dalam ikatan _criminal justice system_ bisa berjalan jauh lebih baik, lebih cepat, dan tidak tumpang tindih,” jelas Kapolri.

Program ini diharapkan mampu meminimalisir perbedaan pandangan teknis di lapangan antara penyidik Polri dan Jaksa Penuntut Umum, sehingga penanganan perkara bisa lebih efektif sejak tahap penyelidikan hingga penuntutan.

Jaksa Agung: Kami Sahabat, Bukan Rival
Senada dengan Kapolri, Jaksa Agung ST Burhanuddin juga menyampaikan pesan tegas kepada publik. Ia meminta semua pihak untuk berhenti menyebarkan narasi yang memecah belah.

“Alhamdulillah saya kedatangan sahabat-sahabat saya dari Polri. Kepada teman-teman media dan masyarakat, saya minta tolong. Jangan berpikir kami ini rival. Kami ini versus. Tidak,” tegas Burhanuddin dengan nada santai namun serius.

“Sejak dulu kami sudah saling mengenal secara pribadi. Hubungan sinergi dan koordinasi ini bukan hal baru. Ini adalah sebuah keharusan konstitusional. Tanpa sinergi, penegakan hukum tidak akan pernah berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Jaksa Agung juga mengapresiasi inisiatif Kapolri terkait pendidikan bersama. Menurutnya, hal itu akan menjadi fondasi kuat untuk membangun sistem peradilan pidana terpadu yang lebih profesional.

Komitmen Bersama Untuk Hukum Yang Berkeadilan
Pertemuan ini menutup rapat segala spekulasi miring tentang hubungan Polri dan Kejaksaan. Keduanya berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi di semua lini.

Dengan solidnya barisan Polri dan Kejaksaan, diharapkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia akan semakin meningkat. Karena pada akhirnya, tujuan utama keduanya sama: menegakkan hukum demi keadilan bagi rakyat.

( Efrizal )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum