heigth 250>
Berita  

OBAT SALEP KOSONG, PASIEN BPJS KESEHATAN KELUHKAN PELAYANAN RUMAH SAKIT ASRAMA HAJI SURABAYA

SURABAYA – Pelayanan pengambilan obat bagi pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Asrama Haji Surabaya menuai keluhan. Seorang pasien mengaku tidak mendapatkan obat berupa salep yang diresepkan dokter saat menjalani pemeriksaan penyakit kulit pada Kamis.

Pasien yang meminta identitasnya tidak disebutkan tersebut awalnya datang ke rumah sakit untuk menjalani kontrol dan memeriksakan keluhan penyakit kulit yang dialaminya. Setelah diperiksa, dokter memberikan resep berupa salep untuk mengatasi rasa gatal pada kulit. Namun, saat hendak mengambil obat di bagian farmasi, pasien justru mendapat informasi bahwa salep yang diresepkan sedang kosong atau habis.

Kondisi tersebut membuat pasien merasa heran dan kecewa. Menurutnya, rumah sakit sebesar Rumah Sakit Asrama Haji seharusnya memiliki persediaan obat yang memadai, terlebih obat yang dibutuhkan merupakan bagian dari pengobatan pasien. Ia juga mempertanyakan bagaimana pengelolaan stok obat jika setiap hari rumah sakit melayani banyak pasien dengan keluhan serupa.

Kekecewaan pasien semakin bertambah ketika dirinya mencoba meminta penjelasan kepada petugas bagian pengambilan obat. Namun, menurut pengakuannya, petugas hanya menyampaikan tidak mengetahui kapan obat tersebut tersedia kembali. Pasien juga merasa tidak mendapatkan pelayanan dan penjelasan yang memuaskan, bahkan mengaku sempat mendapat respons petugas dengan nada yang membuatnya tersinggung.

Karena tidak mendapatkan obat yang diresepkan, pasien akhirnya memilih meninggalkan rumah sakit tanpa membawa salep tersebut. Rasa kecewa pun semakin besar setelah dirinya mencoba mencari obat yang sama di salah satu apotek di sekitar kawasan Kertajaya. Di luar dugaan, salep yang sebelumnya dinyatakan habis di rumah sakit ternyata tersedia dan dapat dibeli di apotek tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan dari pasien mengenai ketersediaan obat bagi peserta BPJS Kesehatan. Ia berharap pihak rumah sakit maupun BPJS Kesehatan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pengadaan serta distribusi obat, sehingga pasien tidak mengalami kesulitan ketika hendak menebus resep dokter. Menurutnya, masyarakat yang menggunakan BPJS Kesehatan, khususnya kalangan berpenghasilan rendah, sangat bergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

Pasien berharap kejadian serupa tidak kembali dialami masyarakat lainnya. Ia meminta manajemen Rumah Sakit Asrama Haji Surabaya memberikan penjelasan terkait kosongnya persediaan salep tersebut serta meningkatkan pelayanan kepada pasien. Pihak BPJS Kesehatan juga diharapkan melakukan pengecekan terhadap mekanisme penyediaan obat di fasilitas kesehatan mitra agar hak pasien memperoleh pelayanan sesuai ketentuan tetap terpenuhi. Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun BPJS Kesehatan terkait keluhan tersebut.( yoyok)

Penulis: YoyokEditor: Muchlis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum