heigth 250>
Berita  

Kemarau Panjang, Musim Tanam Padi di Jatim Diprediksi Mundur Sebulan .

Kemarau Panjang, Musim Tanam Padi di Jatim Diprediksi Mundur Sebulan .

 

 

 

 

nusantaraexpos.com

Musim tanam padi di Jawa Timur diperkirakan mundur sekitar satu bulan akibat dampak kemarau panjang pada 2026. Musim tanam diprediksi baru dimulai pada November hingga Desember setelah hujan turun lebih merata. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Heru Suseno mengatakan, musim tanam padi diperkirakan mundur seiring prediksi datangnya musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur pada November mundur.

Satu bulan kayaknya. Makanya perkiraan kami Oktober akhir sudah mulai hujan tapi belum merata. November Desember baru mulai tanam,” ujar Heru saat ditemui awak media . di Desa Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, malam.

Dampak Kemarau, Petani di Ambarawa Beli Pertalite Rp 800.000 Sebulan untuk Pompa Air Menurut Heru, mundurnya musim tanam padi pada 2026 tidak akan berpengaruh terhadap produksi padi atau gabah Jawa Timur. Sebab, produksi gabah 2026 dihitung berdasarkan panen dalam kurun waktu satu tahun, yakni mulai Oktober 2025 hingga September 2026. BMKG Prediksi Kemarau di Kalimantan Timur Akan Panjang Mengapa Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Buru-buru Dibongkar? Heru juga meyakini mundurnya musim tanam akibat kemarau panjang pada 2026 tidak akan berpengaruh terhadap tingkat produksi padi atau gabah Jawa Timur pada 2027. “Hanya mundur saja musim tanamnya, musim tanam sawah yang banyak bergantung pada pasokan air hujan. Tapi untuk lahan dengan irigasi teknis, siklus musim tanam dan panen tidak banyak berubah,” tuturnya.

Produksi gabah 2026 diprediksi 10,1 juta ton Merujuk prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Heru menyebut produksi padi Jawa Timur dalam bentuk gabah kering giling (GKG) untuk sementara mencapai 10,1 juta ton. “Angka itu bisa berubah nanti ketika di akhir tahun BPS mengeluarkan angka tetap. Mungkin akan bertambah,” ujarnya.

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan produksi gabah kering giling Jawa Timur pada 2025 yang mencapai 10,3 juta ton. Baca juga: Sumur Kering akibat Kemarau, Warga Purwakarta Bolak-balik 500 Meter Ambil Air Menurut Heru, produktivitas padi di Jawa Timur rata-rata mencapai 7 ton per hektar. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Timur, luas panen padi di Jawa Timur sekitar 1,8 juta hektar. Heru mengatakan, pemerintah terus memperluas lahan pertanian berbasis irigasi teknis guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air hujan. Irigasi teknis yang sedang banyak diperluas pemerintah, kata Heru, berupa irigasi dengan pasokan air tanah dalam melalui pengeboran. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur banyak memberikan bantuan pompa air. Lalu Lintas Sekitar GBK Macet Parah hingga Dini Hari “Seperti saat ini kita banyak memberikan bantuan pompa air. Ini untuk memperkuat istilahnya irigasi perpompaan,” tuturnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, Jawa Timur telah melewati fase ketahanan pangan dan memasuki fase kedaulatan pangan. Khofifah merujuk pada produksi padi Jawa Timur yang menjadi yang tertinggi di tingkat nasional. Kemarau Panjang Bikin Harga Sayuran Melonjak di Malang, Cabai Tembus Rp 75.000 Dengan kelebihan di sektor pangan, kata Khofifah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat, khususnya petani. Pada September 2026, nilai tukar petani (NTP) di Jawa Timur menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa, yakni sebesar 127.

Kemarau panjang produksi gabah jawa timur musim tanam padi .

 

( YOK/NING)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

--->

Dilarang menyalini apa pun keran  melanggar hukum