PADANG Nusantara expos.com.
– Program Makan Bergizi Gratis / MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk pemenuhan gizi anak sekolah, ternyata membawa dampak berbeda bagi para pekerjanya saat memasuki masa libur.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi / SPPG di Kota Padang resmi menghentikan operasional sementara selama masa libur sekolah. Penghentian ini berdampak langsung terhadap ratusan pekerja dapur MBG yang selama ini menggantungkan hidup dari upah harian.
Selama dapur tidak beroperasi, para pekerja mengaku tidak menerima upah sama sekali. Kondisi ini membuat sebagian besar dari mereka yang berstatus sebagai tulang punggung keluarga harus pontang-panting mencari cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar kontrakan, hingga biaya pendidikan anak.
“Satu Bulan Ini Kami Tak Digaji”*
Salah satu pekerja SPPG di Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Yelnani (29 tahun) menjadi suara dari keresahan para pekerja lainnya.
_”Selama masa libur sekolah kali ini semua pekerja di dapur MBG tempat kami bekerja tidak diberi upah. Dari awal memang sistemnya begitu, kerja baru dapat upah. Kalau libur ya otomatis tidak ada pemasukan,”_ ujar Yelnani, Kamis (9/7/2026).
Yelnani mengaku sudah bekerja di dapur MBG sejak program ini berjalan. Namun ia tidak menyangka jika libur sekolah sepanjang hampir sebulan akan membuat dapur dan upah ikut berhenti total.
Ekonomi Keluarga Ikut Terdampak
Bagi Yelnani dan puluhan rekan kerjanya, terhentinya upah ini menjadi masalah serius. Sebagian besar pekerja adalah ibu-ibu rumah tangga yang menjadi pencari nafkah utama di keluarga.
_”Kami ini yang belanja dapur, bayar listrik, bayar sekolah anak. Pas libur gini rasanya berat. Mau cari kerja lain juga waktunya mepet karena nanti pas sekolah masuk harus balik lagi ke dapur,”_ keluhnya.
Ia berharap pemerintah atau pihak pengelola SPPG dapat memikirkan skema lain, seperti bantuan kompensasi atau sistem gaji pokok, agar pekerja tidak langsung kehilangan pendapatan saat libur tiba.
Operasional SPPG Mengikuti Kalender Sekolah
Berdasarkan informasi, penghentian sementara operasional SPPG memang mengikuti kalender akademik. Dapur MBG hanya akan kembali beroperasi penuh ketika kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah dimulai kembali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kota Padang maupun pengelola SPPG terkait adanya skema penggajian atau bantuan bagi pekerja selama masa libur.
Program MBG diharapkan dapat berjalan berkelanjutan. Namun di sisi lain, nasib para pekerja dapur yang menjadi garda terdepan program ini juga perlu menjadi perhatian agar tidak semakin terbebani secara ekonomi.
( Efrizal )

heigth 250>











